Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Gelar Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 di Surabaya

OJK Gelar Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 di Surabaya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat dan memperdalam pengembangan keuangan syariah nasional sebagai arus utama sistem keuangan Indonesia. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui penyelenggaraan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025, yang digelar pada 3–4 November 2025 di Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi forum flagship pertama OJK yang mencakup seluruh sektor jasa keuangan syariah, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank. IIFS 2025 dirancang untuk mempertemukan para stakeholder keuangan syariah, melahirkan gagasan baru, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

“Kegiatan ini merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mengawal akselerasi pengembangan keuangan syariah nasional. Visi kita bukan hanya memperbesar pangsa pasar, tetapi menjadikan keuangan syariah sebagai arus utama dalam sistem keuangan nasional,”
ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat membuka IIFS 2025 di Surabaya, Senin (3/11/2025).

Mahendra menegaskan, keuangan syariah tidak hanya ditingkatkan secara kuantitas, tetapi juga harus tumbuh dalam kualitas, kedalaman instrumen, dan keunikan produk. Ia menyebut ada tiga fokus utama untuk pendalaman pasar (market deepening) keuangan syariah, yaitu:

  • Diversifikasi produk dan inovasi model bisnis.
  • Konektivitas dengan sektor riil dan komunitas umat.
  • Pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan meningkatkan transparansi layanan.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) menjadi tonggak baru penguatan tata kelola dan akselerasi pengembangan keuangan syariah.

“Momentum ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan agar prinsip syariah dijalankan secara konsisten dan terukur,” kata Dian.

Dian juga menyoroti tiga isu utama sektor keuangan syariah, yakni availability (ketersediaan produk), accessibility (kemudahan akses), dan usage (penggunaan produk). Ia menilai tantangan tersebut membuka peluang besar bagi inovasi, termasuk pengembangan produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Sharia Restricted Investment Account (SRIA) untuk memperdalam pasar keuangan syariah.

Gubernur Jawa Timur melalui Sekretaris Daerah Adhy Karyono turut mengapresiasi langkah OJK.

“Forum ini diharapkan membangun sinergi yang kokoh antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam sesi High Level Forum Talk Show, seluruh Kepala Eksekutif Pengawas Sektor Jasa Keuangan OJK membahas arah kebijakan penguatan tata kelola, pendalaman pasar perbankan syariah, pasar modal syariah, serta percepatan digitalisasi. Diskusi dipandu oleh Gunawan Yasni, anggota KPKS OJK.

Kemudian dalam International Islamic Finance Conference 2025, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, memaparkan empat fokus utama pengembangan keuangan syariah:

  • Pembentukan KPKS untuk menyatukan kebijakan, fatwa, dan regulasi.
  • Inovasi dan pedoman produk syariah yang khas.
  • Optimalisasi peran ekonomi syariah dan UMKM.
  • Akselerasi digitalisasi layanan keuangan syariah.

Dalam forum yang sama, Deputy Secretary-General IFSB, Abdullah Haron, menyebut Indonesia memiliki potensi besar karena merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Ia menekankan pentingnya stabilitas, inovasi, dan tata kelola yang kuat untuk memperkuat daya saing industri keuangan syariah global.

Panel Session I bertema “Innovative Islamic Finance” menghadirkan pakar internasional seperti Mehmet Asutay (Durham University) dan Dato’ Mohd Zikri Mohd Shairy (Bank Islam Malaysia).
Panel Session II bertema “Sharia Governance, Risk, and Compliance” menghadirkan Engku Rabiah Adawiah (IIUM) dan Nawal Nely, ahli pelaporan keuangan syariah.

Selain itu, Rapat Berkala KPKS ketiga tahun 2025 juga digelar dalam rangkaian IIFS. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dan seluruh anggota KPKS. Fokus utama pembahasan adalah pendalaman pasar keuangan syariah sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • SpaceX Percepat IPO di Nasdaq, Target Valuasi Tembus US$ 1,75 Triliun

    SpaceX Percepat IPO di Nasdaq, Target Valuasi Tembus US$ 1,75 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mempercepat rencana penawaran umum perdana (IPO) dan menargetkan pencatatan saham di Nasdaq paling cepat pada 12 Juni 2026. Langkah ini menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu debut pasar saham yang paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring mulai pulihnya pasar global dari tekanan volatilitas dan ketidakpastian geopolitik. […]

  • Dari Limbah Jadi Cuan, Batok Kelapa di Tanjung Jabung Barat Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

    Dari Limbah Jadi Cuan, Batok Kelapa di Tanjung Jabung Barat Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Batok kelapa yang selama ini kerap berakhir menjadi limbah mulai dilirik sebagai sumber cuan baru di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Di tangan perajin, tempurung kelapa tidak lagi sekadar sisa dari buah kelapa. Material keras dengan motif alami itu dapat diolah menjadi berbagai produk kriya, termasuk aksesori dan perhiasan yang memiliki nilai jual. […]

  • Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW). Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. […]

  • Belum Setahun Dilantik, Harta Direktur Bank Jambi Zulfikar Tembus Rp1,59 Miliar

    Belum Setahun Dilantik, Harta Direktur Bank Jambi Zulfikar Tembus Rp1,59 Miliar

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Zulfikar, pejabat senior di PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi, kini menjabat sebagai Direktur Operasional setelah dilantik pada 1 September 2025 oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pemegang Saham Pengendali. Pengangkatan Zulfikar dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada 23 Agustus 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan […]

  • 7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara melaporkan kasus positif Hantavirus yang diduga terkait dengan penyebaran di kapal pesiar MV Hondius. Data otoritas kesehatan internasional menunjukkan sedikitnya tujuh negara telah mengonfirmasi atau mengidentifikasi kasus suspek infeksi virus tersebut. World Health Organization menyebutkan, dari sejumlah pasien yang terdeteksi, tujuh kasus telah dikonfirmasi dan satu lainnya masih berstatus probable atau […]

  • BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi menunjukkan perbaikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,08 persen, atau menurun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Jambi mencapai 1,94 juta orang, meningkat 5,26 ribu […]

expand_less