Tanjab Barat Mulai Tanam Padi dengan Sistem Modern, Target Produktivitas Jadi Sorotan
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Anwar Sadat melakukan tanam padi perdana di Sungai Tiram.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mulai menerapkan sistem pertanian modern melalui program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Batang Asam, Juni 2026. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperbaiki efisiensi usaha tani.
Penanaman perdana dilaksanakan di Desa Rawa Medang. Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan lahan percontohan seluas dua hektare, kemudian melaksanakan penanaman bersama pada areal seluas 100 hektare yang melibatkan kelompok tani penerima manfaat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Firdaus Khatab menjelaskan bahwa Kecamatan Batang Asam dipilih karena menjadi satu-satunya wilayah yang memiliki jaringan irigasi teknis. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu prasyarat penting untuk mendukung penerapan teknologi pertanian.
Melalui program ini, petani memperoleh dukungan berupa pengolahan lahan, benih unggul, pupuk, dolomit, dan berbagai sarana produksi lainnya.
Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jambi Yunimar menyebut program PM-AAS mengedepankan teknologi dan inovasi, termasuk sistem tanam benih langsung atau tabela. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan budidaya.
Dalam penjelasan pelaksana program, produktivitas padi diharapkan dapat mencapai 10 ton per hektare. Angka tersebut merupakan target yang disampaikan dalam pengembangan program, bukan hasil panen yang telah dibuktikan dari seluruh areal penanaman.
Karena itu, evaluasi hasil panen menjadi bagian penting untuk mengetahui efektivitas teknologi yang diterapkan. Pemerintah dan kelompok tani perlu membandingkan produktivitas sebelum dan sesudah program, termasuk biaya produksi, penggunaan tenaga kerja, dan hasil bersih yang diterima petani.
Pertanian modern juga memerlukan pendampingan teknis yang berkelanjutan. Penggunaan benih, pengelolaan air, pemupukan, dan pengendalian hama harus disesuaikan dengan kondisi lahan agar produktivitas dapat meningkat secara konsisten.
Bagi Tanjung Jabung Barat, keberhasilan program ini dapat membantu memperkuat produksi pangan lokal. Namun, manfaatnya bagi petani baru dapat dinilai setelah hasil panen, biaya usaha tani, dan pendapatan dibandingkan secara terukur.
- Penulis: say say
