Kabut Asap Ganggu Konektivitas Jambi, Enam Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Tertunda
- account_circle say say
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

Kabut Asap Menyelimuti Bandara Sultan Thaha Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu mobilitas masyarakat dan konektivitas udara di Jambi. Sedikitnya enam penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tertunda pada Kamis (1/10/2026) setelah jarak pandang di sekitar bandara turun hingga sekitar 1.000 meter.
Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan yang menghubungkan Jambi dengan sejumlah kota, terutama Jakarta. Hingga pukul 13.00 WIB, tiga penerbangan kedatangan dan tiga penerbangan keberangkatan tercatat mengalami penundaan.
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Mabrun mengatakan, jarak pandang sejak pagi berada pada kisaran 1.200 hingga 1.500 meter. Kondisi kemudian memburuk hingga mencapai sekitar 1.000 meter akibat kabut asap yang semakin pekat.
Tiga penerbangan kedatangan yang terdampak yakni Batik Air ID6804 dari Jakarta, Citilink QG960 dari Jakarta, dan Garuda Indonesia GA126 dari Jakarta. Sementara penerbangan keberangkatan yang mengalami penundaan yakni Citilink QG961, Batik Air ID6805, dan Garuda Indonesia GA127 dengan tujuan Jakarta.
Meski terjadi gangguan, sejumlah penerbangan masih dapat beroperasi ketika kondisi jarak pandang memungkinkan. Batik Air ID6807 tujuan Jakarta berhasil berangkat pada pukul 06.00 WIB. Susi Air SI7219 dari Dabo Singkep juga berhasil mendarat pukul 07.45 WIB dan kemudian melanjutkan penerbangan menuju Kerinci.
Namun, memburuknya jarak pandang kembali menyebabkan penerbangan Super Air Jet IU974 tujuan Batam tertahan. Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat pukul 10.28 WIB.
Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perubahan jarak pandang dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait. Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberangkatan maupun kedatangan pesawat.
Gangguan ini menunjukkan dampak kabut asap yang meluas. Persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara, tetapi juga dapat memengaruhi mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, serta konektivitas Jambi dengan daerah lain.
- Penulis: say say
