Mengulik Properti Berbasis Sejarah dan Pariwisata di Pelayangan
- account_circle say say
- calendar_month 34 menit yang lalu
- print Cetak

Sasana sore di pinggir sungai Pelayangan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kecamatan Pelayangan memiliki luas sekitar 10,69 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 13.205 jiwa pada 2024 berdasarkan data BPS Kota Jambi. Kawasan ini mencakup Arab Melayu, Tengah, Jelmu, Mudung Laut, Tahtul Yaman dan Tanjung Johor. Karakternya berbeda dari kawasan ekspansi perumahan seperti Alam Barajo karena Pelayangan lebih kuat pada permukiman lama, perdagangan lokal, wisata sejarah dan ekonomi berbasis masyarakat.
Salah satu aset utama Pelayangan adalah Kampung Arab Melayu dan kawasan Seberang Kota Jambi yang memiliki bangunan lama, tradisi Melayu, aktivitas kuliner dan potensi wisata sejarah. Karakter tersebut membuat peluang bisnis kawasan lebih dekat dengan kuliner, kerajinan, perdagangan, jasa, homestay, rumah sewa dan usaha wisata dibandingkan pengembangan pusat ruko modern berskala besar.
Pasar tanah Pelayangan pada 2026 menunjukkan harga yang cukup beragam. Salah satu listing lahan sekitar 21.115 meter persegi di kawasan Arab Melayu ditawarkan sekitar Rp12 miliar, atau sekitar Rp568 ribu per meter persegi. Listing lain dengan luas sekitar 21.000 meter persegi ditawarkan sekitar Rp13 miliar, setara sekitar Rp619 ribu per meter persegi. Angka tersebut merupakan harga penawaran, bukan harga transaksi resmi.
Untuk ruko, jumlah listing khusus Pelayangan relatif terbatas. Karena itu, tidak tersedia median harga ruko 2026 yang cukup kuat untuk dijadikan patokan. Ruko di kawasan ini lebih banyak berupa rumah toko dan bangunan usaha eksisting. Sebagai indikasi pasar, listing ruko di kawasan Seberang Kota Jambi berada pada kisaran Rp1–2 miliar, tergantung lokasi, luas bangunan, kondisi dan akses jalan. Harga tersebut tidak boleh dianggap sebagai harga resmi seluruh ruko Pelayangan.
Untuk Pelayangan, properti pinggir jalan memiliki keunggulan karena bisnis lokal sangat bergantung pada kunjungan langsung. Posisi frontage memberikan visibilitas, akses kendaraan, kemudahan parkir dan peluang pelanggan berhenti secara spontan.
Lokasi tersebut sangat relevan untuk restoran, kedai kopi, toko batik, toko oleh-oleh, minimarket, bengkel, rumah usaha dan homestay. Bagi properti yang diarahkan untuk wisata, akses jalan juga mempermudah wisatawan menemukan lokasi dan meningkatkan potensi walk-in traffic. Namun kawasan heritage tetap membutuhkan penyesuaian desain dan tata ruang.
Pelayangan belum dikenal sebagai kawasan dengan township atau perumahan modern berskala besar. Hunian lebih banyak berbentuk permukiman eksisting di Arab Melayu, Tengah, Jelmu, Mudung Laut, Tahtul Yaman dan Tanjung Johor. Karena itu, nama perumahan besar yang dominan di Pelayangan tidak ditemukan dalam data publik 2026 yang cukup kuat untuk disebut sebagai proyek utama kawasan.
Sebaliknya, terdapat indikasi aset lahan besar yang dapat digunakan untuk pergudangan atau pengembangan properti, terutama pada lahan eks-gudang di Arab Melayu. Namun Pelayangan belum menjadi pusat pergudangan Kota Jambi seperti kawasan yang memiliki akses logistik lebih kuat.
Dengan populasi sekitar 13,2 ribu jiwa, pasar Pelayangan tidak bertumpu pada volume penduduk yang besar. Mata pencaharian masyarakat lebih banyak berkaitan dengan perdagangan, jasa, kuliner, transportasi, usaha rumah tangga, UMKM dan pekerjaan informal.
UMKM yang memiliki peluang paling kuat mengikuti karakter kawasan adalah kuliner tradisional, makanan khas Jambi, batik, kerajinan, oleh-oleh dan usaha berbasis wisata budaya. Aktivitas Kampung Arab Melayu juga menjadi salah satu aset yang dapat dikembangkan menjadi heritage tourism.
Fasilitas pendidikan tersedia di sejumlah kelurahan Pelayangan, mulai dari SD/MI hingga SMP/MTs dan SMA/SMK, sementara fasilitas pendidikan tinggi juga berada di sekitar kawasan Seberang. Data satuan pendidikan terbaru dapat diverifikasi melalui basis data Kemendikdasmen. Data Pendidikan Kemendikdasmen
Untuk rumah sakit, tidak terdapat rumah sakit umum besar yang menjadi medical hub di dalam Kecamatan Pelayangan. Layanan kesehatan masyarakat lebih banyak ditopang fasilitas kesehatan tingkat kecamatan dan fasilitas kesehatan di kawasan Kota Jambi lainnya.
Salah satu fasilitas pemerintahan utama adalah Kantor Kecamatan Pelayangan di Jalan KH A. Somad. Untuk NIB dan PAD, belum tersedia publikasi pemerintah 2026 yang mengatribusikan jumlah NIB maupun PAD secara khusus kepada Kecamatan Pelayangan. Angka Kota Jambi tidak tepat digunakan sebagai angka Kecamatan Pelayangan.
Perkembangan Pelayangan lebih menarik jika diarahkan pada properti berbasis heritage dan wisata. Potensinya mencakup homestay, boutique lodging, restoran, kedai, toko oleh-oleh, pusat kerajinan, rumah usaha, ruang kreatif dan revitalisasi bangunan lama.
Dengan kombinasi Kampung Arab Melayu, budaya Melayu, kuliner, permukiman lama dan lahan strategis, Pelayangan memiliki ceruk pasar yang berbeda dari kawasan perumahan baru. Prospeknya bukan semata menjual volume bangunan, tetapi mengubah aset sejarah menjadi aktivitas ekonomi. Karena kalau semua kecamatan dipaksa jadi kawasan ruko, Kota Jambi nanti isinya toko semua dan sejarahnya tinggal jadi wallpaper.
- Penulis: say say
