Dekati Level Rp18 Ribu, Rupiah Tersungkur Lagi! Dibuka Rp17.864 per Dolar AS
- account_circle -
- calendar_month 21 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Mata uang Indonesia dan Amerika Serikat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat, mata uang Indonesia kembali masuk zona merah pada pembukaan perdagangan Kamis (24/9/2026).
Rupiah dibuka di level Rp17.864 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut melemah 46 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada diposisi Rp17.818 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan penguatan tipis dolar AS. Mengacu pada data perdagangan, indeks dolar AS menguat 0,04 persen ke level 101,132.
Pergerakan tersebut membuat rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan hari ini.
Analis Doo Financial Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang kembali melonjak pasca Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian dengan AS.
“Harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian,” katanya dikutip Antara, Kamis (24/9/2026).
Mengutip Xinhua, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 1,64 dolar AS, atau 1,81 persen, dan ditutup pada level 92,16 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 3,83 dolar, atau 3,86 persen, dan ditutup pada level 103,08 dolar AS per barel di bursa London ICE Futures.
Di samping itu, rupiah juga melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
“70 persen kenaikan 25 bps (basis points) di bulan Oktober dan lebih dari 50 persen kenaikan lagi di Desember,” ujar Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
