Rp30 Miliar untuk Karhutla Jambi Masih Mengendap, Ini Penjelasan Pemprov Jambi
- account_circle -
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Pemadaman karhutla di Provinsi Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Dana bantuan pemerintah pusat sebesar Rp30 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi ternyata belum tersentuh. Di tengah persoalan karhutla yang masih menjadi perhatian, anggaran tersebut masih berkutat pada tahap penyusunan dan pengkajian program.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman membenarkan dana bantuan tersebut belum digunakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi masih membahas program yang nantinya dibiayai menggunakan anggaran tersebut.
“Belum, setahu saya belum,” kata Sudirman saat dikonfirmasi mengenai penggunaan dana Rp30 miliar tersebut baru-baru ini.
Sudirman menjelaskan, dana dari pemerintah pusat memang disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di Jambi. Penggunaannya pun tidak hanya untuk memadamkan api.
Anggaran tersebut dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pencegahan karhutla, pemadaman, penanganan kesehatan masyarakat terdampak asap, hingga pemulihan lahan gambut.
“Bantuan karhutla Rp30 miliar dari pemerintah pusat itu alokasinya untuk penanganan karhutla. Bisa saja pencegahan, bisa saja pemadaman, bisa saja untuk penanganan kesehatan masalah ISPA, bisa saja masalah pemulihan gambut,” ujarnya.
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jambi juga telah menyampaikan usulan kegiatan yang berkaitan dengan penanganan karhutla.
Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.
Namun, masuknya usulan tersebut belum otomatis membuat anggaran bisa langsung dibelanjakan. Pemprov Jambi masih perlu memastikan setiap program sesuai dengan kebutuhan di lapangan sekaligus memenuhi ketentuan penggunaan dana.
“Sudah masuk, dari beberapa OPD sudah masuk. Tapi masih belum kita dalami kembali, kita kaji kembali, belum kita bahas,” jelas Sudirman.
Dengan proses tersebut, Rp30 miliar bantuan pusat hingga kini belum terserap untuk kegiatan penanganan karhutla di Jambi.
Padahal, kebutuhan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Dampak asap juga menyentuh sektor kesehatan masyarakat, sementara kawasan gambut membutuhkan penanganan dan pemulihan agar risiko kebakaran berulang dapat ditekan.
Pemprov Jambi kini masih menyusun dan mengkaji usulan dari sejumlah OPD sebelum menentukan penggunaan dana tersebut. Besaran anggaran yang cukup signifikan itu diharapkan nantinya dapat diarahkan pada program yang benar-benar mendukung penanganan karhutla di daerah.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
