SLIK OJK Makin Penting, Ini yang Perlu Dipahami Pengusaha Sebelum Mengajukan Kredit
- account_circle say say
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

FOTO/ILUSTRASI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Riwayat kredit menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha sebelum mengajukan pembiayaan. Bagi pengusaha, akses kredit tidak hanya berkaitan dengan besarnya omzet, tetapi juga kemampuan mengelola kewajiban dan rekam pembayaran.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengembangkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai infrastruktur informasi debitur. Optimalisasi SLIK juga diarahkan untuk memperkuat kualitas informasi kredit dan mendukung perluasan pembiayaan sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Bagi pengusaha di Jambi, SLIK menjadi penting karena lembaga keuangan menggunakan informasi kredit sebagai salah satu bahan dalam proses analisis pembiayaan.
Artinya, bisnis dengan penjualan yang meningkat belum tentu otomatis memperoleh kredit apabila memiliki persoalan dalam pengelolaan kewajiban.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah riwayat pembayaran. Keterlambatan cicilan, tunggakan atau kewajiban kredit yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi bagian dari informasi yang diperhitungkan dalam penilaian calon debitur.
Karena itu, pengusaha sebaiknya mengetahui kondisi kreditnya sebelum mengajukan pinjaman baru.
Langkah tersebut dapat dimulai dengan memeriksa informasi debitur melalui layanan SLIK, kemudian memastikan seluruh kewajiban tercatat dengan benar dan tidak terdapat tunggakan yang belum diselesaikan.
Selain riwayat kredit, pembukuan bisnis juga menjadi semakin penting. Pencatatan omzet, biaya operasional, arus kas dan kewajiban dapat membantu pengusaha menunjukkan kemampuan membayar ketika membutuhkan pembiayaan.
Bank Indonesia mencatat kredit korporasi di Provinsi Jambi tumbuh 14,55 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan pembiayaan masih menjadi bagian penting dari aktivitas dunia usaha di daerah.
Namun, akses terhadap kredit perlu diikuti dengan pengelolaan keuangan yang sehat.
Bagi UMKM, membangun kualitas kredit dapat dimulai dari langkah sederhana: memisahkan rekening pribadi dan usaha, mencatat transaksi secara rutin, menggunakan kredit sesuai tujuan, serta membayar cicilan tepat waktu.
- Penulis: say say
