Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Kenapa Properti Dekat Pusat Aktivitas Ekonomi Jambi Menarik Perhatian Investor?

Kenapa Properti Dekat Pusat Aktivitas Ekonomi Jambi Menarik Perhatian Investor?

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dalam investasi properti komersial, lokasi tidak hanya dinilai dari alamat, tetapi juga dari aktivitas ekonomi yang terjadi di sekitarnya. Kawasan dengan mobilitas tinggi, akses mudah, serta konsentrasi perdagangan dan jasa cenderung memiliki basis permintaan yang lebih kuat terhadap ruang usaha.

Kondisi tersebut relevan dengan perkembangan Kota Jambi. Realisasi investasi Kota Jambi pada triwulan I 2026 tercatat sekitar Rp399 miliar, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivitas perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi menjadi bagian dari pergerakan ekonomi tersebut.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat ekonomi Provinsi Jambi tumbuh 4,15 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Kredit korporasi tumbuh 14,55 persen, sedangkan kredit sektor perdagangan meningkat 14,36 persen.

Dalam konteks properti komersial, hubungan tersebut dapat dibaca melalui pola traffic, consumer, business, tenant, property demand.

Traffic yang tinggi membuka peluang terbentuknya pasar konsumen. Ketika konsumen dan aktivitas ekonomi bertambah, pelaku usaha memiliki alasan lebih kuat untuk masuk ke suatu kawasan. Kehadiran bisnis kemudian menciptakan kebutuhan terhadap ruko, gerai, restoran, kantor, hingga ruang komersial lainnya.

Salah satu kawasan yang ikut menjadi perhatian dalam perkembangan komersial Kota Jambi adalah Jambi Business Center (JBC). Berada di kawasan pusat kota dengan akses yang terhubung ke sejumlah ruas jalan utama, JBC dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan ruko, pusat perbelanjaan, hotel, convention center, serta area kuliner dan hiburan.

Konsep tersebut membuat JBC tidak hanya mengandalkan keberadaan unit properti, tetapi juga membangun ekosistem aktivitas yang berpotensi menciptakan traffic, consumer flow, dan kebutuhan tenant secara berkelanjutan. Dengan karakter tersebut, JBC menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan dalam perkembangan pusat aktivitas komersial baru di Kota Jambi.

Namun, lokasi ramai tidak otomatis menjamin kenaikan nilai properti. Investor tetap perlu mempertimbangkan harga beli, potensi sewa, tingkat okupansi, legalitas, aksesibilitas, catchment area, serta prospek pengembangan kawasan.

Pada akhirnya, nilai strategis properti komersial bukan hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi oleh seberapa besar aktivitas ekonomi yang dapat ditangkap oleh lokasi tersebut. Di sinilah kawasan seperti JBC berupaya memosisikan diri: bukan sekadar tempat memiliki properti, tetapi sebagai bagian dari kawasan bisnis dan lifestyle yang terus berkembang.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi masih di Rp17.200-an

    Rupiah Menguat di Awal Pekan, Tapi masih di Rp17.200-an

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026) pagi. Rupiah dibuka menguat sebesar 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.229 per dolar AS. Performa positif ini terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang terpantau melemah […]

  • Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    Dirut Medikaloka Hermina (HEAL) Yulisar Khiat Lepas 177,84 Juta Saham

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), Yulisar Khiat, melepas 177,84 juta saham HEAL, menurunkan kepemilikannya dari 7,09% menjadi 5,16%. Perubahan ini terjadi sepekan setelah Yulisar diangkat sebagai Direktur Utama menggantikan Hasmoro dalam RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). RUPSLB juga menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris, termasuk penunjukan Adia Susanti dan […]

  • Jumlah Anak di Jambi Tembus 1,13 Juta Jiwa, Hampir Sepertiga Penduduk

    Jumlah Anak di Jambi Tembus 1,13 Juta Jiwa, Hampir Sepertiga Penduduk

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penduduk usia anak di Provinsi Jambi mencapai lebih dari 1,12 juta jiwa pada 2025. Jumlah tersebut setara dengan hampir sepertiga dari total penduduk Provinsi Jambi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Profil Penduduk Anak Provinsi Jambi 2025, jumlah penduduk berusia 0–17 tahun diproyeksikan mencapai 1.128.349 jiwa. Angka itu mencakup sekitar 29,94 persen […]

  • Emas Antam Naik Lagi, Segram Tembus Rp 2.305.000

    Emas Antam Naik Lagi, Segram Tembus Rp 2.305.000

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hari ini harga emas Antam tembus Rp2.305.000 per gram. Harga emas Antam naik sebesar Rp 6.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp 2.299.000 per gram. Harga emas Antam termurah dibanderol Rp1.202.000 dengan berat 0.5 gram. Sedangkan yang termahal Rp2.245.600.000 dengan berat 1.000 gram. Kenaikan tersebut turut memengaruhi harga jual kembali (buyback) emas, yang tercatat meningkat […]

  • Ekspor Batubara RI Turun 19,70% Jadi US$ 24,48 Miliar Sepanjang 2025

    Ekspor Batubara RI Turun 19,70% Jadi US$ 24,48 Miliar Sepanjang 2025

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batubara Indonesia mengalami penurunan sepanjang Januari–Desember 2025. Total ekspor batubara tercatat sebesar US$ 24,48 miliar, turun 19,70 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 30,49 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, penurunan nilai ekspor tersebut dipengaruhi […]

  • Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBINNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah bukan berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI). “Kalau redenominasi itu bukan wewenang Kementerian Keuangan. Nanti Gubernur Bank Sentral atau BI yang menyelenggarakannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025). Pernyataan ini menegaskan posisi […]

expand_less