Kenapa Properti Dekat Pusat Aktivitas Ekonomi Jambi Menarik Perhatian Investor?
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Foto dari udara kawasan simpang mayang, kota jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Dalam investasi properti komersial, lokasi tidak hanya dinilai dari alamat, tetapi juga dari aktivitas ekonomi yang terjadi di sekitarnya. Kawasan dengan mobilitas tinggi, akses mudah, serta konsentrasi perdagangan dan jasa cenderung memiliki basis permintaan yang lebih kuat terhadap ruang usaha.
Kondisi tersebut relevan dengan perkembangan Kota Jambi. Realisasi investasi Kota Jambi pada triwulan I 2026 tercatat sekitar Rp399 miliar, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Aktivitas perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi menjadi bagian dari pergerakan ekonomi tersebut.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat ekonomi Provinsi Jambi tumbuh 4,15 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Kredit korporasi tumbuh 14,55 persen, sedangkan kredit sektor perdagangan meningkat 14,36 persen.
Dalam konteks properti komersial, hubungan tersebut dapat dibaca melalui pola traffic, consumer, business, tenant, property demand.
Traffic yang tinggi membuka peluang terbentuknya pasar konsumen. Ketika konsumen dan aktivitas ekonomi bertambah, pelaku usaha memiliki alasan lebih kuat untuk masuk ke suatu kawasan. Kehadiran bisnis kemudian menciptakan kebutuhan terhadap ruko, gerai, restoran, kantor, hingga ruang komersial lainnya.
Salah satu kawasan yang ikut menjadi perhatian dalam perkembangan komersial Kota Jambi adalah Jambi Business Center (JBC). Berada di kawasan pusat kota dengan akses yang terhubung ke sejumlah ruas jalan utama, JBC dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan ruko, pusat perbelanjaan, hotel, convention center, serta area kuliner dan hiburan.
Konsep tersebut membuat JBC tidak hanya mengandalkan keberadaan unit properti, tetapi juga membangun ekosistem aktivitas yang berpotensi menciptakan traffic, consumer flow, dan kebutuhan tenant secara berkelanjutan. Dengan karakter tersebut, JBC menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan dalam perkembangan pusat aktivitas komersial baru di Kota Jambi.
Namun, lokasi ramai tidak otomatis menjamin kenaikan nilai properti. Investor tetap perlu mempertimbangkan harga beli, potensi sewa, tingkat okupansi, legalitas, aksesibilitas, catchment area, serta prospek pengembangan kawasan.
Pada akhirnya, nilai strategis properti komersial bukan hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi oleh seberapa besar aktivitas ekonomi yang dapat ditangkap oleh lokasi tersebut. Di sinilah kawasan seperti JBC berupaya memosisikan diri: bukan sekadar tempat memiliki properti, tetapi sebagai bagian dari kawasan bisnis dan lifestyle yang terus berkembang.
- Penulis: say say
