Jambi Makin Meluas, Properti Ikut Bergeser: Kawasan Mana yang Paling Menarik?
- account_circle say say
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Pengembangan dan pembangunan perumahan mengarah pinggir kota jambi, kawasan alam barajo, bagan pete dan pal merah menjadi pilihan di tengah kepadatan penduduk di tengah kota.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ketika penduduk bertambah dan aktivitas ekonomi menyebar, kebutuhan terhadap ruang ikut berubah. Rumah, ruko, pergudangan hingga pusat komersial tidak lagi hanya mencari lokasi di pusat kota. Fenomena itu mulai terlihat di Kota Jambi. Pengembangan properti perlahan bergerak ke kawasan pinggiran yang masih memiliki ketersediaan lahan, akses jalan dan ruang untuk membangun kawasan baru.
Data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi menunjukkan 95 persen pembangunan perumahan masih didominasi rumah subsidi. Hingga April 2026, terdapat enam lokasi pembangunan rumah subsidi dengan sekitar 350 unit yang sedang dikembangkan.
Menariknya, pengembang mulai mengarahkan pembangunan ke Alam Barajo dan Paal Merah, khususnya Bagan Pete, Pinang Merah dan Eka Jaya. Pemerintah menyebut ketersediaan lahan yang masih luas serta harga tanah yang relatif terjangkau menjadi salah satu pendorong utama. Alam Barajo juga memiliki posisi strategis karena berada di sisi barat kota dan dekat dengan akses tol Pijoan.
Pergeseran tersebut bukan sekadar fenomena pengembang. Data pembiayaan perumahan menunjukkan permintaan hunian masih cukup kuat. Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jambi mencatat penyaluran FLPP mencapai 3.287 unit rumah dengan nilai Rp391,5 miliar hingga pertengahan Juli 2026. Hunian tersebut tersebar di 367 lokasi pada sembilan kabupaten/kota, melibatkan sekitar 420 pengembang dan delapan bank penyalur.
Artinya, pasar properti Jambi tidak hanya bergerak pada segmen rumah menengah dan atas. Kebutuhan hunian terjangkau masih menjadi mesin utama pertumbuhan kawasan permukiman.
Namun, menariknya, perubahan lokasi hunian juga dapat menciptakan efek ekonomi lanjutan. Ketika populasi baru masuk, kebutuhan minimarket, kuliner, sekolah, layanan kesehatan, bengkel hingga ruang usaha ikut tumbuh.
Pertumbuhan properti juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ekonomi Jambi secara keseluruhan. Pemerintah Provinsi Jambi mencatat investasi hingga triwulan II 2026 mencapai Rp4,2 triliun. Investasi terbesar berasal dari tanaman pangan, perkebunan dan peternakan sebesar Rp1,006 triliun, disusul industri makanan Rp795 miliar serta transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp411 miliar.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat ekonomi Jambi tumbuh 4,15 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Struktur ekonomi Jambi masih ditopang pertanian, pertambangan, perdagangan dan industri pengolahan, tetapi sektor akomodasi dan makan-minum serta perdagangan juga menjadi penopang pertumbuhan.
Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap berbagai jenis ruang ekonomi. Karena itu, kawasan seperti Alam Barajo dan Paal Merah menarik untuk dicermati. Bukan berarti keduanya otomatis menjadi kawasan properti terbaik di Jambi, tetapi data pembangunan menunjukkan keduanya sedang berada dalam radar pengembang.
Harga tanah pun mulai menunjukkan variasi yang semakin lebar. Data listing pasar pada 2026 memperlihatkan penawaran tanah di sejumlah titik Paal Merah berada mulai sekitar Rp500 ribu per meter persegi, sementara listing tertentu di Alam Barajo mencapai belasan juta rupiah per meter persegi. Angka tersebut merupakan harga penawaran, bukan harga transaksi resmi, sehingga tidak dapat digunakan sebagai patokan kenaikan harga tanah secara keseluruhan.
Pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukan sekadar di mana rumah baru dibangun.
Yang lebih menarik adalah di mana aktivitas ekonomi berikutnya akan tumbuh.
Sebab, ketika perumahan bergerak ke pinggiran, pusat perdagangan biasanya ikut mencari pasar baru. Dan ketika akses, populasi, investasi serta fasilitas bertemu dalam satu kawasan, harga tanah bukan satu-satunya yang berubah peta bisnis kota pun ikut bergeser.
- Penulis: say say
