Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Kawasan Kotabaru: Antara Pemerintahan, Hunian dan Pertumbuhan Komersial

Kawasan Kotabaru: Antara Pemerintahan, Hunian dan Pertumbuhan Komersial

  • account_circle say say
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kotabaru memiliki posisi yang berbeda dibandingkan kawasan baru yang sedang tumbuh di pinggiran Kota Jambi. Di kawasan ini, aktivitas pemerintahan, permukiman, perdagangan dan jasa bertemu dalam satu ruang perkotaan.

Namun, pertanyaannya bukan sekadar apakah Kotabaru masih ramai.

Apakah Kotabaru masih layak disebut sebagai salah satu prime business area Kota Jambi?

Salah satu kekuatan Kotabaru adalah keberadaan aktivitas pemerintahan. Kantor Wali Kota Jambi berada di kawasan ini, sementara sejumlah aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik terkonsentrasi di sekitarnya. Kecamatan Kotabaru sendiri mencakup sejumlah kelurahan dengan karakter kawasan yang beragam, mulai dari pusat pemerintahan hingga permukiman dan kawasan perdagangan. Data demografi dan wilayah terbaru tersedia dalam publikasi Kota Jambi Dalam Angka 2026 yang diterbitkan BPS Kota Jambi.

Keberadaan pemerintahan menciptakan daily traffic tersendiri. Pegawai, masyarakat yang mengurus layanan publik, pelaku usaha, hingga berbagai aktivitas pendukung pemerintahan menjadi pasar bagi bisnis makanan, perbankan, jasa, percetakan, transportasi dan perdagangan.

Karakter tersebut semakin penting karena Pemerintah Kota Jambi menempatkan perdagangan dan jasa sebagai salah satu fondasi perekonomian kota. Dalam Investment Award 2026, Pemkot Jambi menyebut pembangunan konektivitas serta pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang modern dan terintegrasi sebagai bagian dari strategi menarik investasi.

Kotabaru juga bukan sekadar kawasan perkantoran. Kecamatan ini memiliki kawasan permukiman yang berkembang dan sejumlah kantong hunian yang berada dekat dengan fasilitas pendidikan, kesehatan dan perdagangan.

Bahkan dalam dokumen RPJMD Kota Jambi 2025–2029, Kotabaru disebut sebagai salah satu kawasan yang masih menjadi cadangan pengembangan permukiman. Pemerintah daerah menilai pengembangan kawasan tersebut perlu diikuti peningkatan jaringan air minum dan infrastruktur dasar.

Artinya, Kotabaru memiliki dua mesin permintaan sekaligus: aktivitas pemerintahan dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat bisnis berbasis kebutuhan harian relatif memiliki pasar. Kuliner, minimarket, layanan kesehatan, pendidikan, bengkel, jasa keuangan hingga usaha profesional dapat memanfaatkan kombinasi pasar pekerja dan penduduk.

Pasar tanah Kotabaru menunjukkan bahwa lokasi dengan akses dan kedekatan terhadap pusat aktivitas memiliki nilai ekonomi tersendiri. Sejumlah listing properti pada 2026 menawarkan tanah di kawasan Kotabaru dengan lokasi dekat Kantor Wali Kota, Tugu Keris Siginjai dan fasilitas kesehatan. Salah satu listing yang diperbarui Mei 2026, misalnya, menawarkan lahan 152 meter persegi di kawasan strategis Kotabaru.

Namun, harga listing tidak dapat disamakan dengan harga transaksi. Karena itu, belum cukup dasar untuk menyimpulkan bahwa harga tanah Kotabaru telah naik dengan persentase tertentu hanya berdasarkan data portal properti.

Justru di sinilah tantangan bagi investor. Harga tanah di lokasi strategis bisa menjadi tinggi, sementara return bisnis sangat bergantung pada traffic, visibilitas, akses parkir dan jenis usaha.

Salah satu isu terbesar kawasan Kota Baru adalah banjir. Pemerintah Kota Jambi tengah membangun Kolam Retensi atau Danau Telago Kajang Lako di Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru. Proyek ini merupakan bagian dari upaya menangani banjir di Sistem Asam.

Pembangunan kolam retensi dirancang dengan luas total sekitar 9 hektare, sementara tahap pekerjaan yang sedang berjalan mencakup sekitar 3,8 hektare. Pemerintah menargetkan proyek tersebut selesai pada Oktober-November 2026.

Fakta bahwa pemerintah menjadikan penanganan banjir sebagai proyek strategis menunjukkan persoalan drainase dan genangan masih menjadi faktor penting dalam perkembangan kawasan.

Masalah lain muncul di sisi pelayanan infrastruktur dasar. Di Kelurahan Kenali Asam, misalnya, warga sempat mengalami gangguan distribusi air bersih. Perumda Tirta Mayang menyebut keterbatasan kapasitas distribusi membuat pengaliran dilakukan bergantian. Pemerintah kemudian memasang pompa baru berkapasitas 100 liter per detik untuk meningkatkan pelayanan.

Ada pula persoalan kepastian lahan di kawasan zona merah. Pemkot Jambi pada 2026 masih memperjuangkan penyelesaian sengketa lahan yang berkaitan dengan klaim aset negara yang dikelola Pertamina. Data pemerintah menunjukkan terdapat sekitar 5.506 bidang sertifikat yang terindikasi berada dalam kawasan zona merah, termasuk wilayah Paal Lima, Sukakarya dan Kenali Asam yang berada di Kecamatan Kotabaru.

Bagi investor properti, persoalan seperti ini bukan perkara kecil. Kepastian status tanah merupakan salah satu faktor fundamental sebelum sebuah lahan dikembangkan.

Masihkah Kotabaru Menjadi Prime Business Area?

Jawabannya: masih memiliki daya tarik, tetapi tidak tanpa syarat.

Kotabaru mempunyai modal yang sulit ditiru kawasan baru: aktivitas pemerintahan, populasi, fasilitas publik, jaringan jalan dan pasar yang sudah terbentuk. Namun, kawasan ini juga menghadapi kompetisi dari wilayah lain yang memiliki lahan lebih luas dan ruang pengembangan lebih besar.

Karena itu, masa depan Kotabaru kemungkinan bukan sebagai kawasan yang tumbuh melalui ekspansi lahan besar-besaran, melainkan melalui optimalisasi kawasan yang sudah terbentuk.

Perbaikan jalan, pengendalian banjir, kepastian tata ruang dan tanah, peningkatan layanan air bersih, serta pengembangan perdagangan dan jasa akan menentukan daya saingnya.

Pada akhirnya, Kotabaru tidak harus menjadi kawasan baru untuk tetap menjadi pusat bisnis. Tantangannya justru bagaimana mempertahankan nilai ekonominya ketika peta pertumbuhan Kota Jambi mulai bergerak ke berbagai arah.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Impor Benang Kapas Membanjir, Pemerintah Terapkan Bea Masuk untuk Lindungi Industri Dalam Negeri

    Impor Benang Kapas Membanjir, Pemerintah Terapkan Bea Masuk untuk Lindungi Industri Dalam Negeri

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi memberlakukan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk impor benang kapas, sebagai langkah melindungi industri dalam negeri dari kerugian akibat lonjakan impor. Keputusan ini mencakup 27 nomor HS sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Pengenaan BMTP berlaku selama tiga tahun, mulai 30 Oktober 2025 hingga 29 Oktober 2028. “Industri dalam negeri […]

  • Cek! Harga Emas UBS dan Galeri24 Naik Pagi Ini

    Cek! Harga Emas UBS dan Galeri24 Naik Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian terpantau naik pada perdagangan hari ini, Jumat (20/2/2026). Hanya saja harga kenaikan kedua entitas itu bervariasi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian pada pukul 07.27 WIB, harga emas UBS kini di angka Rp2.965.000 per gram. Sementara itu emas Galeri24 berada diposisi Rp2.946.000 per gram. […]

  • Liga Champions: Duel Sengit di Stamford Bridge

    Liga Champions: Duel Sengit di Stamford Bridge

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertandingan Liga Champions UEFA 2025/2026 antara Chelsea dan Barcelona akan berlangsung di Stamford Bridge, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Duel ini diprediksi akan menyajikan pertarungan taktik yang intens. UEFA telah menunjuk Slavko Vincic dari Slovenia sebagai wasit utama untuk memimpin laga ini. Kedua tim memiliki sejarah rivalitas yang panjang dan menarik dalam kompetisi […]

  • Sering Mati Lampu Mendadak, UMKM Menjerit dan Rugi Produksi

    Sering Mati Lampu Mendadak, UMKM Menjerit dan Rugi Produksi

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan menuai keluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pengusaha roti mengaku mengalami kerugian karena produksi gagal. Keluhan ini ramai di media sosial. Salah satunya disampaikan akun Threads @safirayundap yang mengunggah video adonan roti gagal dipanggang karena listrik tiba-tiba padam. “Gagal ngembang, gagal ngoven, gagal dijual,” tulisnya, Jumat, […]

  • 10 Bisnis Kekinian Modal Minim, Cocok untuk Pemula dan Anak Muda

    10 Bisnis Kekinian Modal Minim, Cocok untuk Pemula dan Anak Muda

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memulai usaha kini bukan lagi hal yang sulit, bahkan bisa dilakukan dengan modal minim. Di era digital seperti sekarang, banyak peluang bisnis kekinian yang bisa dijalankan hanya bermodalkan skill dan kreativitas. Tak hanya untuk generasi muda, peluang ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin mandiri secara finansial. Berikut 10 ide bisnis kekinian […]

  • Pakai Masker Putih, Gubernur Abdul Wahid Tiba di KPK

    Pakai Masker Putih, Gubernur Abdul Wahid Tiba di KPK

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Gubernur Riau Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (4/11/2025), usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Abdul Wahid terlihat membawa tas jinjing dan mengenakan kaus putih. Ia tiba bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau Muhammad Arif Setiawan yang memakai […]

expand_less