NTP Jambi Tinggi, Tetapi Peternak dan Nelayan Masih Menghadapi Tekanan
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

NTP Jambi 2025 mencapai 171,45, tetapi subsektor peternakan dan perikanan masih berada di bawah 100. Ini menjadi tantangan bagi kesejahteraan petani.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Tingginya Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi belum sepenuhnya menggambarkan kondisi seluruh pelaku usaha pertanian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih terdapat subsektor yang menghadapi tekanan, terutama peternakan dan perikanan. Pada 2025, NTP Provinsi Jambi secara rata-rata mencapai 171,45. Angka tersebut menunjukkan posisi daya beli petani secara umum berada di atas angka dasar 100.
NTP tanaman perkebunan rakyat mencapai 189,03, hortikultura 131,68, dan tanaman pangan 106,73. Sebaliknya, NTP peternakan hanya 93,08, sedangkan perikanan berada di 99,04.
Angka di bawah 100 menjadi perhatian karena menunjukkan kenaikan harga hasil produksi belum mampu mengimbangi kenaikan harga barang dan jasa yang dibayar petani dibandingkan tahun dasar.
Tekanan lebih terlihat pada usaha peternakan. BPS mencatat NTUP peternakan hanya 99,24 pada 2025. Artinya, penerimaan dari hasil produksi peternakan belum sepenuhnya mampu menutupi biaya produksi dan penambahan barang modal.
Sementara itu, kondisi perikanan relatif sedikit lebih baik dari sisi usaha. Meskipun NTP perikanan hanya 99,04, NTUP perikanan mencapai 102,70. Ini berarti penerimaan usaha perikanan masih mampu menutup biaya produksi dan penambahan barang modal, meski ruang keuntungannya relatif terbatas.
Kondisi tersebut penting diperhatikan karena NTP merupakan indikator agregat. Tingginya angka NTP Jambi terutama ikut ditopang oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat.
Data terbaru menunjukkan penguatan NTP masih berlanjut. Pada Juli 2026, NTP Jambi mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni dan 13,35 persen dibandingkan Juli 2025.
Namun, pemerintah tetap perlu melihat perkembangan masing-masing subsektor. Kebijakan yang berhasil meningkatkan pendapatan petani perkebunan belum tentu memberikan dampak yang sama kepada peternak atau nelayan.
Penguatan akses pasar, pengendalian biaya produksi, kepastian harga, serta peningkatan produktivitas menjadi penting agar kenaikan NTP tidak hanya terkonsentrasi pada subsektor tertentu.
Dengan demikian, angka NTP yang tinggi perlu dibaca secara lebih rinci. Di balik pertumbuhan agregat, masih terdapat kelompok usaha tani yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Sumber: BPS Provinsi Jambi, Nilai Tukar Petani dan Inflasi Perdesaan Provinsi Jambi 2025 dan rilis NTP Juli 2026.
- Penulis: say say
