Rupiah Bangkit! Kurs Menguat ke Rp18.065
- account_circle -
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Pertukaran mata uang Indonesia ke dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS di pasar global.
Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 63 poin atau 0,35 persen. Kurs rupiah kini berada di level Rp18.065 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan pada penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.128 per dolar AS.
Meski menguat, rupiah masih berada di atas level psikologis Rp18.000. Sementara itu, indeks dolar AS terlihat melemah 0,18 persen ke level 100.725.
Pelemahan dolar AS ini menjadi dorongan positif bagi sebagian besar mata uang Asia pada pagi ini. Merujuk data Refinitiv, sembilan dari sepuluh mata uang Asia berhasil menguat dari dolar AS, sementara satu mata uang Asia masih gagal memanfaatkan momentum ini.
Penguatan paling tajam pagi ini dicatatkan yen Jepang yang naik 0,55% ke posisi JPY 161,46 per dolar AS. Ringgit Malaysia menyusul dengan penguatan 0,32% ke posisi MYR 4,061 per dolar AS.
Baht Thailand juga menguat 0,24% ke THB 33,26 per dolar AS, sementara dolar Taiwan naik 0,22% ke TWD 32,077 per dolar AS.
Yuan China ikut terapresiasi 0,19% ke posisi CNY 6,779 per dolar AS. Dolar Singapura dan peso Filipina sama-sama menguat 0,16%, masing-masing ke SGD 1,289 per dolar AS dan PHP 61,520 per dolar AS.
Dong Vietnam menguat tipis 0,02% ke posisi VND 26.284 per dolar AS. Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni turun 0,04% ke posisi KRW 1.505,78 per dolar AS.
Analis menilai pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih berpeluang bergerak fluktuatif. Namun, penguatan pada awal perdagangan hari ini menjadi modal penting bagi rupiah untuk menjaga momentum positif di tengah tekanan eksternal yang belum sepenuhnya mereda.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
