Digusur Revitalisasi, Pedagang Semagor Menjerit: Omzet Anjlok hingga 50 Persen
- account_circle Meryana
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Taman Pusparagam, Lapangan Semagor di Bungo.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Revitalisasi kawasan Taman Pusparagam (Semagor) membawa harapan lahirnya ruang publik yang lebih representatif. Namun, di balik proyek tersebut, puluhan pedagang kaki lima (PKL) justru harus menghadapi kenyataan pahit. Sejak direlokasi, omzet dagangan mereka merosot drastis.
Para pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Taman Pusparagam kini dipindahkan ke sejumlah titik yang telah ditetapkan pemerintah, seperti Simpang SMPN 1 Bungo, Taman Kapal Angso Duo, dan Taman Hijau Bungo. Perpindahan lokasi itu dinilai berdampak langsung terhadap jumlah pembeli.
Salah seorang pedagang, Sari, mengaku pendapatannya turun hingga hampir 50 persen sejak tidak lagi berjualan di kawasan Semagor.
“Semua pedagang yang di sini sebelumnya mengeluh karena jualan jadi sepi. Omzet saya turun hampir 50 persen sejak pindah,” ujarnya kepada Jambisnis.com.
Menurutnya, lokasi baru belum seramai kawasan Taman Pusparagam yang selama ini menjadi pusat keramaian masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Akibatnya, banyak pedagang kesulitan mencapai target penjualan harian.
Relokasi tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan menyusul dimulainya proyek revitalisasi Taman Pusparagam. Sebelum dilakukan penertiban, pemerintah telah memberikan tiga kali surat peringatan kepada para pedagang sejak Mei 2026. Relokasi mulai diberlakukan pada 1 Juli 2026.
Meski harus meninggalkan lokasi yang selama ini menjadi sumber penghasilan, para pedagang mengaku tidak memiliki pilihan selain mengikuti kebijakan pemerintah.
Mereka berharap proyek revitalisasi dapat selesai sesuai jadwal sehingga aktivitas berdagang di kawasan Taman Pusparagam bisa kembali dilakukan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek revitalisasi kawasan tersebut ditargetkan rampung pada tahun depan. Para pedagang berharap setelah wajah baru Taman Pusparagam selesai dibangun, mereka diberikan kesempatan kembali berjualan di lokasi semula agar roda perekonomian mereka kembali berputar.(*)
- Penulis: Meryana
- Editor: Darmanto Zebua
