Harga Sembako di Bungo Masih Stabil, Beras Premium Rp15.400 per Kg dan Cabai Merah Rp50.000
- account_circle Meri
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Harga sembako di Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, masih stabil dalam sepekan terakhir. Beras premium dijual Rp15.400 per kilogram, cabai merah Rp50.000 per kilogram, dan daging sapi Rp150.000 per kilogram.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bungo masih relatif stabil dalam sepekan terakhir. Belum terlihat adanya kenaikan signifikan pada sejumlah komoditas utama yang dijual di Pasar Muara Bungo.
Sejumlah pedagang menyebutkan kondisi harga saat ini masih bertahan dibandingkan beberapa hari sebelumnya sehingga aktivitas jual beli berlangsung normal.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Muara Bungo, Santi, mengatakan harga beras premium masih berada di kisaran Rp15.400 per kilogram. Sementara itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp12.600 per kilogram.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan harga dari distributor maupun pemasok sehingga harga di tingkat pedagang tetap dipertahankan.
Selain beras, harga komoditas hortikultura juga belum mengalami perubahan. Cabai merah masih dijual Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau bertahan di harga Rp40.000 per kilogram.
“Harga cabai merah Rp50.000 per kilogram, cabai hijau Rp40.000 per kilogram. Masih sama seperti sebelumnya,” ujar Santi.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging. Pedagang daging di Pasar Muara Bungo, Lukman, mengatakan harga daging sapi masih bertahan di angka Rp150.000 per kilogram.
Sementara itu, ayam kampung dijual Rp65.000 per ekor dan ayam broiler berada di kisaran Rp24.000 per ekor.
“Untuk harga daging masih cenderung stabil,” kata Lukman.
Meski demikian, para pedagang memperkirakan kondisi tersebut tidak akan berlangsung sepanjang waktu. Mereka menilai harga kebutuhan pokok berpotensi mengalami kenaikan ketika permintaan masyarakat meningkat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan maupun momentum tertentu.
- Penulis: Meri
