Rabu, 1 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

  • account_circle Fitri Amalia
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor jasa keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan keuangan berkelanjutan dan implementasi nilai ekonomi karbon.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di London, Inggris.

Dalam forum internasional tersebut, OJK menegaskan bahwa sistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berintegritas menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“OJK akan terus memastikan bahwa agenda keuangan berkelanjutan dan pembiayaan transisi tidak berhenti sebagai kerangka kebijakan, tetapi benar-benar menjadi mekanisme pasar yang kredibel. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem keuangan yang stabil, berintegritas, dan mampu membiayai masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif,” ujar Friderica.

Menurutnya, tantangan Indonesia bukan hanya menyediakan sumber pembiayaan, tetapi memastikan dana mengalir kepada proyek-proyek yang layak secara ekonomi, memiliki kredibilitas, dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan nasional.

Sebagai negara berkembang sekaligus anggota G20, Indonesia dinilai perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan industrialisasi dengan target mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

OJK Perkuat Regulasi Pembiayaan Transisi

Dalam sesi Transition Finance Panel – Country-level Perspectives pada The Net Zero Delivery Summit, OJK menjelaskan bahwa pembiayaan transisi harus diarahkan untuk mendukung transformasi sektor-sektor yang sulit menurunkan emisi, seperti energi, manufaktur, transportasi, pertanian, kehutanan, serta penggunaan lahan.

Untuk mendukung hal tersebut, OJK terus memperkuat berbagai instrumen keuangan berkelanjutan, di antaranya:

  • Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
  • Penguatan pelaporan keberlanjutan sesuai standar internasional.
  • Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS).
  • Penyusunan panduan transition finance dan transition plan.
  • Pengembangan instrumen keuangan hijau dan infrastruktur pasar.

Selain itu, OJK tengah menyusun revisi POJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan yang ditargetkan terbit pada 2026. Regulasi tersebut akan diselaraskan dengan standar pelaporan keberlanjutan nasional maupun internasional, termasuk IFRS S1 dan IFRS S2.

Friderica mengatakan, Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia menjadi acuan bagi industri jasa keuangan dan investor dalam menentukan kegiatan ekonomi hijau maupun kegiatan transisi sehingga risiko praktik greenwashing dapat diminimalkan.

“OJK ingin memastikan bahwa sektor-sektor yang perlu bertransisi tidak ditinggalkan, tetapi didorong memiliki rencana transisi yang kredibel,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memperkenalkan Satu Karsa, platform blended finance yang dikembangkan bersama Kementerian Kehutanan untuk mendukung proyek karbon berbasis alam.

Program tersebut difokuskan pada kegiatan reforestasi, agroforestri, pemulihan lahan kritis, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi.

Menurut Friderica, pendekatan tersebut membuka peluang masuknya investasi jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan aset alam Indonesia.

OJK juga menegaskan komitmennya memperkuat integritas perdagangan karbon nasional melalui pengawasan IDX Carbon sebagai bagian dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Sebagai anggota Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon sesuai Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, OJK akan terus mengembangkan ekosistem perdagangan karbon yang transparan dan akuntabel.

Saat ini OJK juga tengah menyelesaikan revisi POJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru mengenai instrumen Nilai Ekonomi Karbon.

Sejak diluncurkan pada 2023, Bursa Karbon Indonesia telah mencatat transaksi sekitar 2 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai transaksi lebih dari Rp93 miliar, mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap perdagangan karbon nasional.

“Bursa karbon hanya akan dipercaya apabila unit karbon yang diperdagangkan terukur, tercatat, tertelusur, dan bebas dari penghitungan ganda. Karena itu, integritas pasar, kualitas data, kredibilitas verifikasi, dan tata kelola menjadi prasyarat utama,” ujar Friderica.

Selain menjadi pembicara di berbagai forum internasional, OJK juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan lembaga global, termasuk London School of Economics and Political Science (LSE) melalui Centre for Economic Transition Expertise (CETEx).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, pembiayaan transisi, pengawasan risiko iklim, hingga peningkatan kapasitas regulator.

OJK menilai kolaborasi internasional menjadi faktor penting agar standar keuangan berkelanjutan global dapat diterapkan secara adil sesuai karakteristik negara berkembang. Dukungan dunia internasional juga diperlukan dalam bentuk pembiayaan jangka panjang, pengembangan metodologi, peningkatan kualitas data, serta penguatan kapasitas regulator dan pelaku industri jasa keuangan.

 

Tags
  • Penulis: Fitri Amalia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Jelang Musim Tanam 2026

    Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Jelang Musim Tanam 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk subsidi tetap aman menjelang musim tanam 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya permintaan dan tingginya penebusan pupuk oleh petani pada awal tahun. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga pasokan melalui optimalisasi produksi dan penguatan distribusi antarwilayah. “Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan […]

  • WhatsApp & Instagram Hampir Dipaksa Dijual, Zuckerberg Menang Besar Lawan FTC

    WhatsApp & Instagram Hampir Dipaksa Dijual, Zuckerberg Menang Besar Lawan FTC

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya regulator Amerika Serikat untuk memaksa Meta melepas Instagram dan WhatsApp akhirnya kandas. Hakim Distrik AS James Boasberg memutuskan bahwa Meta tidak memegang monopoli dalam bisnis jejaring sosial saat ini sehingga tidak melanggar hukum antimonopoli. Putusan ini menjadi kemenangan hukum besar bagi CEO Meta Mark Zuckerberg. Persidangan antimonopoli yang berakhir pada Mei lalu […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada pembaruan terakhir Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, tidak terdapat lonjakan maupun penurunan signifikan pada mayoritas komoditas pangan strategis. Komoditas beras berbagai merek seperti Beras Naruto, Anggur, Belido, King, OP Bulog, dan Tiga Kartu tercatat dijual […]

  • Harga Emas Antam Ngedrop Tajam, Simak Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Ngedrop Tajam, Simak Rinciannya di Sini

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok Rp30.000 pada perdagangan Senin (30/3/2026). Kondisi ini berbeda dari kemarin yang cenderung stagnan. Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2.807.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp2.837.000 per gram. Demikian juga harga buyback emas Antam hari ini ikut merosot. Harga buyback emas Antam […]

  • 9 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Anjing, Apakah Indonesia Termasuk? Cek Faktanya di Sini

    9 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Anjing, Apakah Indonesia Termasuk? Cek Faktanya di Sini

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski menuai pro dan kontra, konsumsi daging anjing masih menjadi bagian dari budaya di sejumlah negara. Beberapa wilayah bahkan memiliki tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Humane Society International memperkirakan 30 juta anjing dibunuh setiap tahun untuk konsumsi manusia. Asia tercatat sebagai benua dengan tingkat konsumsi anjing tertinggi. Banyak anjing disebut dicuri dari pemiliknya […]

  • Harga Emas di Pegadaian Naik Rp5000, Ini Daftar Selengkapnya

    Harga Emas di Pegadaian Naik Rp5000, Ini Daftar Selengkapnya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diperjualbelikan di Pegadaian hari ini naik. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian, Rabu (8/4/2026). Emas produksi anak perusahaan pegadaian, galeri24, untuk berat 1 gram dijual sebesar Rp2,865 juta. Naik Rp5.000 dibandingkan dengan harga jual di hari sebelumnya sebesar Rp2.860.000 per gram. Sementara […]

expand_less