Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

  • account_circle Fitri Amalia
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor jasa keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan keuangan berkelanjutan dan implementasi nilai ekonomi karbon.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di London, Inggris.

Dalam forum internasional tersebut, OJK menegaskan bahwa sistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berintegritas menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“OJK akan terus memastikan bahwa agenda keuangan berkelanjutan dan pembiayaan transisi tidak berhenti sebagai kerangka kebijakan, tetapi benar-benar menjadi mekanisme pasar yang kredibel. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem keuangan yang stabil, berintegritas, dan mampu membiayai masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif,” ujar Friderica.

Menurutnya, tantangan Indonesia bukan hanya menyediakan sumber pembiayaan, tetapi memastikan dana mengalir kepada proyek-proyek yang layak secara ekonomi, memiliki kredibilitas, dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan nasional.

Sebagai negara berkembang sekaligus anggota G20, Indonesia dinilai perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan industrialisasi dengan target mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

OJK Perkuat Regulasi Pembiayaan Transisi

Dalam sesi Transition Finance Panel – Country-level Perspectives pada The Net Zero Delivery Summit, OJK menjelaskan bahwa pembiayaan transisi harus diarahkan untuk mendukung transformasi sektor-sektor yang sulit menurunkan emisi, seperti energi, manufaktur, transportasi, pertanian, kehutanan, serta penggunaan lahan.

Untuk mendukung hal tersebut, OJK terus memperkuat berbagai instrumen keuangan berkelanjutan, di antaranya:

  • Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
  • Penguatan pelaporan keberlanjutan sesuai standar internasional.
  • Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS).
  • Penyusunan panduan transition finance dan transition plan.
  • Pengembangan instrumen keuangan hijau dan infrastruktur pasar.

Selain itu, OJK tengah menyusun revisi POJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan yang ditargetkan terbit pada 2026. Regulasi tersebut akan diselaraskan dengan standar pelaporan keberlanjutan nasional maupun internasional, termasuk IFRS S1 dan IFRS S2.

Friderica mengatakan, Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia menjadi acuan bagi industri jasa keuangan dan investor dalam menentukan kegiatan ekonomi hijau maupun kegiatan transisi sehingga risiko praktik greenwashing dapat diminimalkan.

“OJK ingin memastikan bahwa sektor-sektor yang perlu bertransisi tidak ditinggalkan, tetapi didorong memiliki rencana transisi yang kredibel,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memperkenalkan Satu Karsa, platform blended finance yang dikembangkan bersama Kementerian Kehutanan untuk mendukung proyek karbon berbasis alam.

Program tersebut difokuskan pada kegiatan reforestasi, agroforestri, pemulihan lahan kritis, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi.

Menurut Friderica, pendekatan tersebut membuka peluang masuknya investasi jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan aset alam Indonesia.

OJK juga menegaskan komitmennya memperkuat integritas perdagangan karbon nasional melalui pengawasan IDX Carbon sebagai bagian dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Sebagai anggota Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon sesuai Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, OJK akan terus mengembangkan ekosistem perdagangan karbon yang transparan dan akuntabel.

Saat ini OJK juga tengah menyelesaikan revisi POJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru mengenai instrumen Nilai Ekonomi Karbon.

Sejak diluncurkan pada 2023, Bursa Karbon Indonesia telah mencatat transaksi sekitar 2 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai transaksi lebih dari Rp93 miliar, mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap perdagangan karbon nasional.

“Bursa karbon hanya akan dipercaya apabila unit karbon yang diperdagangkan terukur, tercatat, tertelusur, dan bebas dari penghitungan ganda. Karena itu, integritas pasar, kualitas data, kredibilitas verifikasi, dan tata kelola menjadi prasyarat utama,” ujar Friderica.

Selain menjadi pembicara di berbagai forum internasional, OJK juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan lembaga global, termasuk London School of Economics and Political Science (LSE) melalui Centre for Economic Transition Expertise (CETEx).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, pembiayaan transisi, pengawasan risiko iklim, hingga peningkatan kapasitas regulator.

OJK menilai kolaborasi internasional menjadi faktor penting agar standar keuangan berkelanjutan global dapat diterapkan secara adil sesuai karakteristik negara berkembang. Dukungan dunia internasional juga diperlukan dalam bentuk pembiayaan jangka panjang, pengembangan metodologi, peningkatan kualitas data, serta penguatan kapasitas regulator dan pelaku industri jasa keuangan.

 

Tags
  • Penulis: Fitri Amalia

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEA Games 2025: Indonesia Diperkuat 1.021 Atlet, Targetkan 80 Emas!

    SEA Games 2025: Indonesia Diperkuat 1.021 Atlet, Targetkan 80 Emas!

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengukuhkan Tim Indonesia untuk SEA Games 2025. Pengukuhan Tim Indonesia buat SEA Games 2025 itu digelar di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/12/2025) siang WIB. Di […]

  • Bursa Asia Merah, Ancaman Tarif Trump ke Eropa Picu Kepanikan Investor Global

    Bursa Asia Merah, Ancaman Tarif Trump ke Eropa Picu Kepanikan Investor Global

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap ancaman kebijakan tarif baru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sentimen negatif tersebut muncul setelah Wall Street mencatatkan penurunan terdalam dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan pasar Asia tercermin dari kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong yang berada […]

  • Melesat! Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol  Rp2.470.000 per Gram

    Melesat! Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol  Rp2.470.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam melesat pada perdagangan hari ini, Rabu (17/12/2025). Kini emas Antam sudah dibanderol Rp2.470.000 per gram. Harga emas Antam itu naik Rp 6.000 jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp2.464.000 per gram. Adanya kenaikan harga yang terjadi membuat harga beli kembali (buyback) emas Antam juga meningkat menjadi […]

  • Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

    Ekonom Ragukan Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Kuartal I 2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia meragukan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan. Angka tersebut dinilai terlalu tinggi dan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian. Bahkan, sejumlah akademisi menemukan indikasi inkonsistensi dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Guru Besar Fakultas Ekonomi dan […]

  • Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional

    Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tengah mengkaji skema baru dalam program Magang Nasional dengan melibatkan perusahaan untuk ikut memberikan uang saku kepada peserta. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia. Selama ini, uang saku peserta magang sepenuhnya bersumber dari anggaran negara. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang […]

  • Emas Antam Tancap Gas! Melonjak Rp35 Ribu, Tembus Rp2,8 Juta per Gram

    Emas Antam Tancap Gas! Melonjak Rp35 Ribu, Tembus Rp2,8 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Setelah sempat bergerak fluktuatif, logam mulia kini melesat cukup tajam dan menyentuh level baru. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, emas Antam naik sebesar Rp35.000 per gram menjadi Rp2.800.000 per gram. Kenaikan ini membuat harga emas kembali bergerak […]

expand_less