LHKPN Terbaru: Edi Purwanto Ungguli Hasan Basri Agus, Harta HBA Anjlok Tajam
- account_circle say say
- calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
- print Cetak

Hasan Basri Agus ( baju batik ) dan Edi Purwanto ( peci hitam ).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dua anggota DPR RI asal Jambi, Edi Purwanto dan Hasan Basri Agus, menunjukkan dinamika yang kontras. Satu relatif stabil dengan dominasi aset properti, sementara yang lain justru mengalami penurunan tajam dalam setahun terakhir.
Edi Purwanto melaporkan total kekayaan sebesar Rp 8,74 miliar per 2025. Laporan yang disampaikan pada 30 Maret 2026 itu telah berstatus verifikasi administratif lengkap. Struktur hartanya didominasi aset tanah dan bangunan senilai Rp 8,88 miliar atau sekitar 86 persen dari total aset.
Aset properti Edi tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Jambi, Muaro Jambi, hingga Tangerang Selatan dan Pati. Salah satu yang terbesar adalah tanah seluas 1.388 meter persegi di Kota Jambi senilai Rp 2,7 miliar.
Di luar properti, Edi mencatatkan kendaraan berupa Toyota Fortuner 2015, Toyota Rush 2010, dan Toyota Camry 2019 dengan total Rp 455 juta. Ia juga memiliki kas Rp 585 juta dan harta bergerak lainnya Rp 370 juta. Setelah dikurangi utang Rp 1,54 miliar, total kekayaan bersihnya berada di angka Rp 8,74 miliar.
Berbeda dengan Edi, laporan kekayaan Hasan Basri Agus justru menunjukkan penurunan signifikan. Pada 2025, total hartanya tercatat Rp 4,9 miliar, turun drastis dari Rp 19,05 miliar pada 2024. Artinya, terjadi penyusutan lebih dari Rp 14 miliar dalam satu tahun.
Padahal, dalam beberapa tahun sebelumnya, tren kekayaan Hasan Basri Agus relatif stabil. Pada 2023 tercatat Rp 18,7 miliar, 2022 sebesar Rp 17,81 miliar, dan 2021 di angka Rp 17,49 miliar.
Dalam rincian terbaru, aset tanah dan bangunan HBA sapaan Hasan Basri Agus tercatat Rp 2,46 miliar. Aset tersebut tersebar di Kota Jambi, Muaro Jambi, hingga Batang Hari. Namun sejumlah nilai aset menjadi perhatian karena dinilai relatif rendah.
Sebagai contoh, tanah seluas 1.400 meter persegi di Kota Jambi dilaporkan hanya Rp 100 juta. Bahkan, tanah dan bangunan seluas 617 meter persegi dengan bangunan 180 meter persegi di lokasi yang sama tercatat hanya Rp 69 juta angka yang jauh di bawah nilai pasar kawasan perkotaan.
Selain itu, HBA memiliki kendaraan senilai Rp 925 juta, termasuk dua unit Toyota Fortuner, serta kas Rp 748 juta dan harta bergerak lainnya Rp 771 juta. Tidak terdapat catatan utang dalam laporan tersebut.
Perbandingan dua laporan ini memperlihatkan pola yang berbeda. Edi Purwanto menunjukkan struktur kekayaan yang terkonsentrasi dan relatif stabil, terutama pada sektor properti. Sementara Hasan Basri Agus menghadapi sorotan akibat penurunan total kekayaan yang tajam serta nilai aset yang dinilai tidak sejalan dengan harga pasar.
- Penulis: say say
