PTMP Targetkan Omzet Naik 15% di 2026, Bidik Laba Bersih dari Ekspansi dan Teknologi
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Aktivitas industri kemasan yang menjadi fokus ekspansi PT Mitra Pack Tbk untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) menggeber ekspansi bisnis dan penguatan teknologi untuk membalikkan kinerja menjadi laba pada 2026, sekaligus menargetkan lonjakan omzet hingga 15 persen. Direktur Utama PTMP Ardi Kusuma menegaskan perseroan tetap agresif mendorong pertumbuhan di tengah tantangan industri melalui strategi ekspansi pasar dan efisiensi operasional.
“Perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas kinerja melalui ekspansi pasar, penguatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional,” ujar Ardi.
PTMP mencatat penjualan neto Rp207,66 miliar pada 2025, tumbuh 7,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, perseroan masih membukukan rugi Rp62,07 miliar akibat tekanan penyusutan aset.
Pada 2026, PTMP menargetkan penjualan meningkat menjadi Rp238,81 miliar dan mulai mencetak laba bersih sebesar Rp14,33 miliar. Dalam jangka menengah, pendapatan diproyeksikan terus naik hingga Rp302,1 miliar pada 2028.
PTMP langsung memperluas pasar ke sektor makanan dan minuman, farmasi, serta produk konsumsi yang memiliki permintaan stabil. Perseroan juga mulai masuk ke bisnis alat medis sekali pakai sebagai bagian dari diversifikasi usaha untuk memperkuat sumber pendapatan baru.
PTMP mengembangkan solusi teknologi seperti sistem coding and marking, labeling, hingga sistem inspeksi terintegrasi guna menjawab kebutuhan industri akan otomatisasi dan digitalisasi.
Perseroan juga menggandeng mitra global seperti Bizerba dan Markem-Imaje untuk memperluas portofolio produk. Sejumlah klien besar seperti Chandra Asri Petrochemical dan Danone Indonesia telah menggunakan solusi tersebut.
PTMP menilai prospek industri kemasan tetap cerah seiring pertumbuhan sektor manufaktur, ritel, dan e-commerce. Untuk memperkuat penetrasi pasar, perusahaan memperluas jaringan distribusi dan layanan purna jual di berbagai kota seperti Semarang dan Surabaya.
- Penulis: say say

