Wali Kota Sungai Penuh Usul Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Kota Sungai Penuh mengusulkan kajian pembangunan jalan layang (fly over) yang menghubungkan Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo. Usulan ini muncul sebagai upaya mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah barat Provinsi Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Dorongan pembangunan infrastruktur kembali mengemuka dari wilayah barat Jambi. Pemerintah Kota Sungai Penuh menilai keterisolasian akses masih menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Usulan tersebut disampaikan dalam forum Diskusi Rabuan Roadshow Tenaga Ahli Gubernur Jambi 2026 yang digelar di Sungai Penuh, Kamis, 21 Mei 2026. Sambutan Wali Kota Sungai Penuh Alfin dibacakan Wakil Wali Kota Azhar Hamzah.
Dalam forum itu, Pemkot menekankan pentingnya konektivitas sebagai fondasi pembangunan. Jarak tempuh dari Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci menuju ibu kota provinsi maupun ke wilayah Sumatera Barat dinilai masih panjang dan tidak efisien.
Karena itu, pembangunan fly over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo dinilai sebagai solusi strategis untuk memangkas waktu tempuh sekaligus membuka akses ekonomi baru.
“Diperlukan kajian serius agar konektivitas wilayah ini tidak lagi menjadi kendala utama,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.
Selain usulan infrastruktur, Pemkot Sungai Penuh juga memaparkan arah kebijakan pembangunan 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, serta penguatan sektor ekonomi berbasis hilirisasi.
Di sektor kesehatan, penanganan stunting menjadi prioritas. Program 3S yang digagas Sri Kartini Alfin disebut sebagai salah satu langkah konkret. Pemkot juga mendorong revitalisasi RSUD guna meningkatkan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, di sektor infrastruktur, sejumlah agenda turut disiapkan. Mulai dari penataan wajah kota, pembangunan pasar, pengelolaan sungai, penyediaan air bersih, hingga pembangunan SPAM di kawasan Simpang Tiga Rawang.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Pemkot Sungai Penuh secara terbuka meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk melalui rekomendasi Tim Ahli Gubernur dan dukungan legislatif.
Bagi Sungai Penuh, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas wilayah dan dukungan kebijakan menjadi kunci agar kawasan barat Jambi tidak terus tertinggal dari pusat pertumbuhan.
- Penulis: say say

