KSP Pastikan Revitalisasi 71.744 Sekolah Negeri dan Swasta Merata, Anggaran Rp14 Triliun
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau hasil revitalisasi fasilitas pendidikan di SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan program revitalisasi sekolah berjalan merata tanpa membedakan status negeri maupun swasta. Pemerintah menargetkan sebanyak 71.744 satuan pendidikan direnovasi sepanjang 2026 dengan total anggaran mencapai Rp14 triliun.
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menekankan prinsip pemerataan dalam program tersebut.
“Presiden tidak melihat ini sekolah negeri atau swasta, semuanya sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan,” ujar Dudung saat meninjau revitalisasi di SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Dudung, program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui perbaikan fasilitas belajar. Pendanaan revitalisasi disalurkan langsung ke sekolah dengan skema swakelola.
Ia menambahkan, pengawasan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Selain memperbaiki sarana pendidikan, program revitalisasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Dudung mencontohkan renovasi di SMP Muhammadiyah 16 yang melibatkan 24 pekerja.
“Kalau target 71.744 sekolah tercapai, maka akan banyak lapangan kerja tercipta di sekitar lingkungan sekolah,” kata dia.
Hingga 6 Mei 2026, pemerintah telah menyalurkan dana revitalisasi sebesar Rp2,6 triliun dan menjalin ribuan kerja sama dengan satuan pendidikan di berbagai daerah.
Dudung menegaskan, pemerintah ingin memastikan seluruh siswa di Indonesia dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
“Bagaimana anak-anak bisa belajar dengan tenang, sejuk, dan fasilitasnya terpenuhi, itu yang menjadi perhatian utama,” ujarnya.
- Penulis: say say
