Disdikbud Kalbar Panggil SMAN 1 Pontianak Usai Polemik LCC MPR RI, Jawaban Benar Dinilai Salah
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Suasana Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang memicu polemik setelah jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai berbeda oleh juri.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat memanggil pihak SMAN 1 Pontianak menyusul polemik dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar yang diselenggarakan MPR RI.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengatakan pemanggilan dilakukan untuk membahas kontroversi penilaian juri yang viral di media sosial.
“Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping untuk membahas persoalan ini,” ujar Faisal, Senin (11/5).
Ia menegaskan, penyelesaian polemik harus mengikuti mekanisme resmi yang telah ditetapkan penyelenggara. Mengingat LCC 4 Pilar merupakan agenda nasional, maka kewenangan evaluasi berada di tangan MPR RI.
Faisal juga menyarankan pihak sekolah untuk mengajukan peninjauan ulang apabila merasa dirugikan dalam proses penilaian.
Meski demikian, ia menyebut pihak sekolah pada prinsipnya menerima hasil perlombaan. Namun evaluasi tetap diperlukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Polemik ini bermula saat sesi tanya jawab dalam lomba yang disiarkan secara langsung. Regu dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Jawaban tersebut kemudian dinilai salah oleh juri, yakni Dyastasita Widya Budi, sehingga tim mendapat pengurangan nilai.
Namun, kontroversi muncul ketika regu lain dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai serupa, tetapi justru mendapatkan nilai penuh.
Perbedaan penilaian ini memicu protes dari peserta dan menjadi sorotan publik. Juri beralasan bahwa perbedaan terletak pada kelengkapan unsur jawaban serta kejelasan artikulasi saat penyampaian.
Situasi semakin ramai diperbincangkan setelah pernyataan juri lainnya, Indri Wahyuni, yang menekankan pentingnya artikulasi dalam penilaian.
LCC 4 Pilar sendiri merupakan ajang tahunan yang bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar terhadap nilai kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kompetisi serupa ke depan lebih transparan dan adil.
- Penulis: say say
- Editor: Syaiful Amri
