Harga Perak Antam Meledak! Naik Rp4.350, Kini Tembus Rp55.800 per Gram
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Perak batangan produksi Antam kembali harganya melesat tajam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Kenaikan signifikan ini membuat harga perak Antam menembus level Rp55.800 per gram.
Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, perak Antam melonjak Rp4.350 per gram hari ini. Sebelumnya, harga perak masih berada di level Rp51.450 per gram.
Lonjakan harga tersebut menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini sekaligus menunjukkan meningkatnya minat pasar terhadap logam mulia, tidak hanya emas tetapi juga perak.
Meski demikian, masyarakat tetap disarankan memantau pergerakan harga sebelum membeli maupun menjual logam mulia. Pasalnya, harga perak Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,9%. Untuk perak batangan ukuran 250 gram dipatok sebesar Rp14.350.000. Sementara harga yang sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen mencapai Rp15.928.500.
Sementara itu, perak batangan Antam dengan berat 500 gram dijual Rp27.900.000, dengan harga termasuk PPN 11 persen berada di level Rp30.969.000.
Kemudian harga perak Antam Heritage dengan berat 31,1 gram dibanderol Rp2.283.205 dengan harga yang termasuk PPN 11 persen di kisaran Rp2.534.358.
Adapun perak Antam Heritage dengan berat 186,6 gram menjadi Rp12.577.576, serta harga yang termasuk PPN 11 persen di level Rp13.961.109.
Perak kini mulai dilirik sebagai alternatif investasi karena memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding emas, namun tetap berpotensi memberikan keuntungan saat tren harga global menguat. Sementara itu, harga perak dunia terpantau naik tipis 0,04% menjadi Rp US$ 86,01 per ons saat berita ini ditulis.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua
