Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

Badan Bank Tanah dan Desa Kutuh Kembangkan Kawasan Pariwisata Berbasis UMKM di Bali

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Bank Tanah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengembangkan kawasan penunjang pariwisata berbasis UMKM lokal. Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Tanah seluas 5.000 meter persegi yang berada di bawah Hak Pengelolaan (HPL) Badan Bank Tanah.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Desa Kutuh I Wayan Mudana dan Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, pada acara Landbank Strategic Partnership Forum di Menara BNI, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat menegaskan, kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan lahan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat desa.

“Pemanfaatan lahan di Desa Kutuh ini bukan hanya untuk mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dan UMKM sebagai bagian penting dalam rantai ekonomi lokal,” ujar Hakiki.

Menurutnya, pengelolaan Tanah Negara harus dimaknai bukan sekadar penguasaan aset fisik, tetapi juga bagaimana lahan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan yang memberi nilai tambah ekonomi.

“Melalui kerja sama dengan pemerintah desa, kami ingin memastikan pengelolaan tanah membawa dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, menyambut positif inisiatif Badan Bank Tanah ini. Ia menilai program tersebut akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Kerja sama ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat kami,” kata Wayan Mudana.

Ia berharap pengembangan kawasan wisata berbasis UMKM ini dapat menjadi model percontohan nasional untuk kolaborasi antara desa dan lembaga pengelola aset negara. Desa Kutuh sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu desa wisata sukses di Bali, dengan berbagai inisiatif ekonomi kreatif seperti wisata pantai, atraksi budaya, serta produk olahan lokal yang dikelola oleh masyarakat desa.

Badan Bank Tanah melalui berbagai kerja samanya tengah memperkuat ekosistem pengelolaan Tanah Negara yang berdaya guna bagi masyarakat. Konsep pengelolaan lahan di Kutuh diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pengelola aset, dan masyarakat desa dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

“Pemanfaatan tanah harus memberi dampak nyata, tidak hanya bagi pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelas Hakiki.

Selain dengan Desa Kutuh, Badan Bank Tanah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai daerah lain di Indonesia, terutama yang memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif tinggi. Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia terus didorong untuk melakukan transformasi menuju pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi Bank Tanah dengan Desa Kutuh menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pengembangan kawasan 5.000 meter persegi di Desa Kutuh ini direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai pusat ekonomi kreatif dan UMKM pariwisata, termasuk fasilitas pelatihan, pusat promosi produk lokal, serta area wisata tematik berbasis budaya dan lingkungan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Tegas Bantah Isu Kas Negara Rp120 Triliun: SAL APBN Masih Rp420 Triliun

    Purbaya Tegas Bantah Isu Kas Negara Rp120 Triliun: SAL APBN Masih Rp420 Triliun

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis keras isu yang menyebut kas negara hanya tersisa Rp120 triliun. Ia menyebut informasi tersebut sebagai kekeliruan fatal yang terus berulang di ruang publik. Menurut Purbaya, narasi tersebut muncul akibat salah tafsir terhadap pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dalam APBN. Ia menjelaskan, dana sekitar Rp300 triliun yang sebelumnya […]

  • Mario Liberti Siregar Resmi Buka Turnamen Catur Bulanan 2026 se-Provinsi Jambi

    Mario Liberti Siregar Resmi Buka Turnamen Catur Bulanan 2026 se-Provinsi Jambi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Pengprov Percasi Jambi, Mario Liberti Siregar, secara resmi membuka Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi yang digelar di Kabupaten Tebo, 17–18 Januari 2026. Turnamen ini diikuti oleh pecatur dari 9 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dan menjadi penanda dimulainya program unggulan Percasi Jambi tahun 2026. Mario Liberti Siregar menjelaskan, turnamen catur bulanan ini […]

  • Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    Rupiah Tembus ke Level Rp17.001 Hari Ini

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus Rp17.001 pada Senin (9/3/2026). Pelemahan dipicu sentimen konflik Timur Tengah dan penurunan outlook Indonesia oleh Fitch. Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS  dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.925 per dolar AS. Sementara itu, […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun, Ini Daftar Lengkapnya

    Harga Emas di Pegadaian Turun, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 kompak turun di Pegadaian pada perdagangan Jumat, (13/3/2026). Produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 itu masing-masing melorot Rp31.000 dan Rp32.000. Kini harga emas UBS menjadi Rp3.082.000 dari sebelumnya dibanderol Rp3.113.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 berubah di angka Rp3.066.000 dari sebelumnya Rp3.098.000 per gram. […]

  • Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang […]

  • Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

    Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Low Tuck Kwong kembali menjadi perhatian publik setelah pengusaha tambang tersebut memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) senilai Rp6,5 miliar. Lelang berlangsung dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Lukisan berjudul Kuat Laksana Kuda Api itu awalnya dibuka dengan harga Rp200 […]

expand_less