Transaksi Digital Makin Besar, Bagaimana Perubahan Cara Belanja di Jambi?
- account_circle say say
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

Volume transaksi QRIS secara nasional tumbuh 82,42 persen secara tahunan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perubahan perilaku konsumen tidak hanya terlihat dari produk yang dibeli, tetapi juga dari cara pembayaran. Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional terus tumbuh pada 2026, termasuk transaksi melalui QRIS yang meningkat sangat tinggi.
Pada Juli 2026, volume transaksi QRIS secara nasional tumbuh 82,42 persen secara tahunan, sementara total volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi atau tumbuh 28,69 persen.
Pertumbuhan pembayaran digital tersebut menjadi bagian dari perubahan ekosistem konsumsi. Bagi konsumen, pembayaran semakin terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari. Bagi pelaku usaha, sistem pembayaran digital menjadi bagian dari customer journey, mulai dari transaksi di toko, restoran hingga layanan berbasis aplikasi.
Di Jambi, perkembangan aktivitas ekonomi digital juga berjalan bersamaan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi daerah. Pada triwulan II 2026, Bank Indonesia mencatat kredit korporasi Jambi tumbuh 14,55 persen secara tahunan. Sektor perdagangan tumbuh 14,36 persen, sedangkan sektor industri tumbuh 19,44 persen.
Baca Juga : Ekonomi Jambi Bergerak ke Mana? Data Kredit, Inflasi dan Konsumsi Jadi Petunjuk
Pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya aktivitas dunia usaha yang tetap bergerak. Digitalisasi pembayaran kemudian menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung perubahan tersebut.
Bagi pelaku UMKM dan bisnis ritel, pembayaran digital bukan lagi sekadar alternatif pembayaran. Data transaksi dapat membantu bisnis memahami pola pembelian, mengembangkan program loyalitas dan membangun promosi yang lebih terukur.
Namun, digitalisasi tidak otomatis menjamin bisnis berhasil. Produk, lokasi, harga, pelayanan dan pengalaman pelanggan tetap menjadi faktor penting.
Yang berubah adalah cara bisnis berinteraksi dengan konsumennya.
Ketika konsumen semakin terbiasa melakukan transaksi secara digital, pelaku usaha perlu melihat pembayaran bukan hanya sebagai proses “bayar lalu selesai”, tetapi sebagai bagian dari ekosistem data dan customer experience.
Dalam konteks Jambi Economy, perkembangan ekonomi digital membuka pertanyaan baru: ketika cara masyarakat bertransaksi berubah, apakah cara bisnis di Jambi juga ikut berubah?
- Penulis: say say
