Rupiah Kembali Terpukul Sentimen Konflik AS-Iran
- account_circle -
- calendar_month 35 menit yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan awal pekan Senin (13/4/2026). Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 17 poin di level Rp17.121 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.104.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa kurs rupiah terus melemah setelah pasar yang bergejolak buntut gagalnya perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan.
Ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Iran memperberat sentimen terkait geopolitik di pasar, yang pada akhirnya melemahkan rupiah.
“Selain itu, data indeks harga konsumen yang dirilis pada hari Jumat, yang menunjukkan peningkatan tajam inflasi akibat kenaikan harga energi dari konflik di Iran. Angka tersebut semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang,” Ibrahim menyoroti dalam keterangannya.
Perkembangan tersebut diyakini turut melemahkan rupiah.
Dari sisi internal, rupiah melemah setelah Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5,2% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu (5,1%) namun lebih rendah dari target pemerintah (5,4%). Meski demikian, proyeksi tersebut masih dalam rentang target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5±1%.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua



Saat ini belum ada komentar