Perang Timur Tengah Memanas! Prancis-Inggris Bantu AS, Tel Aviv Porak-Poranda Dihantam Rudal Iran
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto Ilustrasi
JAMBISNIS.COM Ketegangan konflik di Timur Tengah semakin meningkat setelah Inggris mengerahkan kapal perang canggih HMS Dragon ke kawasan Mediterania Timur. Langkah ini dilakukan di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus memanas sejak akhir Februari.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa pengerahan kapal perang tersebut bertujuan memperkuat pertahanan di wilayah Siprus, khususnya untuk melindungi pangkalan militer Inggris dari potensi serangan lanjutan.
Kapal perusak tipe pertahanan udara itu berangkat dari pangkalan angkatan laut di Portsmouth pada Selasa (10/3/2026). Pengerahan dilakukan secara cepat setelah pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) di Akrotiri, Siprus, dilaporkan terkena serangan drone pada awal Maret lalu.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut HMS Dragon sebagai salah satu kapal perang pertahanan udara paling modern yang dimiliki Angkatan Laut Kerajaan.
“Kapal ini akan meningkatkan kemampuan kami dalam mendeteksi, melacak, dan menghancurkan ancaman udara, termasuk drone dan rudal,” demikian pernyataan tersebut.
Langkah Inggris ini juga terjadi di tengah tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mendesak sekutu-sekutu Washington di Eropa untuk membantu menghadapi eskalasi serangan dari Iran dan kelompok sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Tidak hanya Inggris, sejumlah negara Barat juga telah mengirimkan aset militer ke wilayah sekitar Siprus. Prancis, Australia, Yunani, Spanyol, dan Italia dilaporkan mengerahkan kapal perang maupun jet tempur guna memperkuat keamanan kawasan tersebut.
Selain HMS Dragon, pemerintah Inggris juga meningkatkan kesiapan kapal pendarat RFA Lyme Bay yang memiliki kemampuan dukungan kemanusiaan dan medis. Kapal tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi jika situasi keamanan di Mediterania Timur semakin memburuk.
Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sendiri pecah sejak 28 Februari 2026 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Konflik tersebut bahkan mulai meluas ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih besar.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar