Monadi Buka Turnamen Catur Bulanan Non Master 2026 di Kerinci, 106 Pecatur Se-Provinsi Jambi Ambil Bagian
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Ming, 15 Feb 2026
- comment 0 komentar

Bupati Monadi tampak serius saat beradu langkah dengan Ketua Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi, Mario Liberty Siregar, pada pembukaan Turnamen Catur Bulanan Percasi Jambi Seri II di Kabupaten Kerinci. Dalam partai ekshibisi tersebut, Bupati Monadi kehilangan menteri setelah skema serangan cepat yang dibangun lawannya. Kegiatan pembukaan turut didampingi Ketua Percasi Tanjung Jabung Barat, Ucok Mora. Turnamen ini diikuti 106 pecatur dari berbagai kabupaten dan kota se-Jambi.
JAMBISNIS.COM – Bupati Kerinci, Monadi, secara resmi membuka Turnamen Catur Bulanan Non Master se-Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar di Bumi Sakti Alam Kerinci, Minggu (15/2/2026). Ajang ini menjadi panggung adu strategi bagi ratusan pecatur daerah sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga berkelanjutan.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kerinci terhadap pengembangan olahraga catur sebagai wadah pembinaan bakat serta peningkatan prestasi bagi pecatur nonprofesional di tingkat provinsi. Turnamen ini juga diharapkan menjadi ruang kompetitif yang sehat, mempererat silaturahmi antarklub dan pecatur dari seluruh kabupaten/kota di Jambi.
Dalam sambutannya, Monadi menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang berpartisipasi. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Selain itu, ia berharap kegiatan serupa dapat digelar di berbagai cabang olahraga lainnya agar Kabupaten Kerinci semakin dikenal luas. Menurutnya, selain kemegahan Gunung Kerinci, masih banyak destinasi wisata yang layak diperkenalkan di tingkat nasional.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan melahirkan bibit-bibit pecatur potensial yang dapat mengharumkan nama daerah. Ia juga meminta kepada Ketua Umum Pengprov Percasi Jambi jika ada kabupaten lain yang belum siap menjadi tuan rumah, maka Kabupaten Kerinci siap ambil alih untuk menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen yang digagas Pengprov Percasi Jambi, Monadi berharap para pecatur Kerinci mampu bersaing dan menunjukkan performa terbaik menghadapi peserta dari kabupaten dan kota lain.

Bupati Monadi secara resmi membuka Turnamen Catur Bulanan Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi Seri II di Kabupaten Kerinci, didampingi Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar dan Ketua Percasi Tanjung Jabung Barat Ucok Mora. Turnamen ini diikuti 106 pecatur dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Pada acara pembukaan, Bupati turut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci, Novra Wenti. Hadir pula Ketua KONI Kabupaten Kerinci, Nafrizal, Ketua Cabang Olahraga Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kerinci, Sudarsi Burkan, S.Pd, jajaran pengurus, serta seluruh peserta turnamen.
Ketua KONI Kabupaten Kerinci, Nafrizal, menilai turnamen ini sebagai langkah strategis dalam pembinaan atlet catur di daerah. Kompetisi rutin, kata dia, sangat penting untuk menjaga kemampuan teknis dan mental bertanding atlet.
“KONI sangat mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan berjenjang menuju prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Percasi Kerinci, Sudarsi Burkan, S.Pd, mengungkapkan bahwa turnamen tahun ini diikuti sekitar 106 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
“Alhamdulillah, sekitar 106 peserta ambil bagian. Ini menunjukkan antusiasme pecatur di Provinsi Jambi sangat tinggi. Kami berharap dari turnamen ini lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi,” ungkapnya.
Ketua Pengprov Percasi Jambi, Mario Liberty Siregar, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan agenda rutin bulanan yang digelar bergiliran di setiap kabupaten dan kota. Memasuki bulan kedua pada 2026, turnamen non master tersebut dipertandingkan di Kabupaten Kerinci, setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Tebo.
Menurut Mario, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci lahirnya pecatur tangguh dari daerah.
“Turnamen catur bulanan ini kami desain sebagai ruang kompetisi yang berkesinambungan. Dengan frekuensi rutin, para pecatur non master memiliki jam terbang yang cukup untuk meningkatkan kualitas permainan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan di Kerinci kali ini terasa lebih istimewa karena panitia menghadirkan kategori tambahan, yakni best veteran usia 60 tahun serta best putri terbaik. Pada seri sebelumnya di Tebo, kategori veteran belum dipertandingkan.
“Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi semua kelompok usia. Catur adalah olahraga lintas generasi. Dari junior hingga veteran, semua punya kesempatan yang sama untuk berprestasi,” kata Mario.
Ia pun berharap dari turnamen ini akan lahir pecatur-pecatur unggulan, khususnya dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang kelak mampu berbicara di level provinsi bahkan nasional.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar