Luhut Bertemu MSCI, Pemerintah Klaim Reformasi Pasar Modal dan Digitalisasi Sudah Berjalan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan telah berjumpa dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI)
JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan pemerintah terus melakukan pembenahan menyeluruh usai bertemu dengan lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan tersebut membahas reformasi pasar modal hingga percepatan digitalisasi pemerintahan.
Luhut mengungkapkan diskusi dengan MSCI berlangsung hampir dua jam dan mencakup berbagai isu strategis terkait pasar keuangan Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan banyak perbaikan, termasuk dalam tata kelola dan sistem pengawasan.
“Kami jelaskan bahwa pemerintah sudah berbenah dan melakukan reformasi di berbagai sektor,” ujar Luhut di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Salah satu fokus pembahasan adalah implementasi sistem pemerintahan digital atau government technology (govtech). Pemerintah telah menjalankan proyek percontohan di Banyuwangi, Jawa Timur, guna memperbaiki penyaluran bantuan sosial (bansos) yang sebelumnya disebut tidak tepat sasaran hingga 77 persen.
Selain digitalisasi, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyetujui reformasi pasar modal Indonesia. Reformasi tersebut meliputi penempatan sumber daya manusia profesional yang bebas intervensi serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pengawasan dan pengelolaan pasar.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus melakukan komunikasi intensif dengan MSCI untuk meningkatkan kualitas data pasar saham Indonesia.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pihaknya fokus pada penyempurnaan aspek teknis, termasuk peningkatan granularitas data. Targetnya, perbaikan tersebut rampung pada akhir Februari 2026.
Mulai awal Maret 2026, OJK akan mengirimkan data riil yang bersumber dari partisipan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada MSCI dan penyedia indeks global lainnya. Data tersebut akan digunakan untuk simulasi perhitungan indeks.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar