Konflik di Timteng masih Pengaruhi Rupiah: Melemah!
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah dan dolar AS.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih melemah. Pada perdagangan Senin, (16/3/2026), rupiah dibuka terkoreksi 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.970 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi melebar serta meningkatnya risiko geopolitik global menjelang periode libur panjang Idulfitri. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,09% ke level 100,26.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan mata uang rupiah disebabkan oleh defisit anggaran yang kemungkinan besar akan lebih dari 3%.
“Menko Perekonomian mengatakan bisa di lebih dari 4%, sehingga perlu adanya peraturan presiden untuk mengantisipasi defisit anggaran tersebut,” katanya baru-baru ini.
Menurut Ibrahim, hal tersebut yang kemungkinan besar akan membuat rupiah mengalami pelemahan apalagi bersamaan dengan libur panjang.
“Libur panjang untuk idulfitri ini, yang ditakutkan bahwa rupiah ini akan tembus ke level tertingginya,” ujarnya.
Ibrahim menjelaskan, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya di tahun 2024-2025, rupiah juga mengalami pelemahan yang cukup signifikan, bersamaan dengan momentum libur idulfitri.
Apalagi, kata dia, bersamaan adanya kemungkinan besar pada saat libur idulfitri akan terjadi perang besar di Timur Tengah terutama adalah di Selat Hormuz.
“Ini yang harus bisa diantisipasi sehingga pelemahan rupiah kemungkinan besar bisa mencapai di level Rp 17.150 sampai di Rp 17.200. Hanya melihat situasi dan kondisi tersebut,” tambahnya.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar