KKI Warsi Dorong Kolaborasi Selamatkan Bentang Alam Bukit Tigapuluh
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Manajer Program Komunikasi dan Informasi KKI Warsi Rudi Syaf saat memberikan keterangan terkait dukungan terkait pelestarian Lanskap Bukit Tigapuluh, Kamis (26/3/2026). ANTARA/Agus Suprayitno
JAMBISNIS.COM – KKI Warsi mendorong sinergi lintas pihak untuk menjaga kelestarian bentang alam Bukit Tigapuluh yang memiliki peran penting sebagai habitat satwa langka di Indonesia.
Melalui inisiatif bertajuk Platform Kolaborasi Bukit Tigapuluh, berbagai elemen mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga organisasi konservasi diajak terlibat aktif dalam upaya perlindungan kawasan.
Manajer Program Komunikasi dan Informasi KKI Warsi, Rudi Syaf, mengatakan kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi hutan, baik di dalam maupun di luar kawasan taman nasional.
“Platform ini mengajak semua pihak untuk peduli terhadap tutupan hutan dan keberlanjutan ekosistem di lanskap Bukit Tigapuluh,” ujarnya di Jambi, Kamis (26/3/2026).
Kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh diketahui memiliki nilai strategis dalam konservasi keanekaragaman hayati. Wilayah seluas sekitar 270 ribu hektare ini menjadi habitat penting bagi berbagai satwa kunci.
Di antaranya adalah Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, serta Orangutan Sumatera yang populasinya terus terancam.
KKI Warsi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelestarian satwa dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satu fokus utama adalah menciptakan interaksi positif antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah sumatera.
Sementara itu, BKSDA Jambi menilai kawasan ini juga menghadapi tekanan dari aktivitas manusia seperti pengembangan hutan tanaman industri dan perluasan lahan budidaya.
Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, menyebut kondisi tersebut dapat mengancam fungsi alami kawasan sebagai habitat satwa.
“Diperlukan upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola lanskap agar tetap menjadi ruang hidup yang kondusif bagi satwa dan manusia,” ujarnya.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar