Harga Sembako Jambi Naik di Pekan Pertama Ramadan, Program MBG Ikut Serap Pasokan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Harga sembako di Kota Jambi naik pada pekan pertama Ramadan 2026. Beras, ayam, telur, dan cabai mengalami kenaikan. Program MBG disebut ikut menyerap pasokan bahan pokok.
JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Jambi tercatat mengalami kenaikan pada pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan terjadi pada hampir seluruh komoditas utama, mulai dari beras, gula, minyak goreng, daging ayam, telur, hingga cabai.
Pantauan di Pasar Angso Duo menunjukkan harga beras medium kini berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram. Gula pasir lokal dijual Rp 19.000 per kilogram, sementara minyak goreng curah menyentuh Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.
Harga daging ayam broiler naik menjadi Rp 40.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp 1.800 per butir. Untuk komoditas hortikultura, cabe merah besar dan kecil berada di rentang Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilogram, sedangkan cabe rawit merah menembus Rp 90.000 per kilogram.
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Rakyat Kasang. Pedagang menyebut lonjakan terjadi bertahap sejak awal Ramadan, seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Selain peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan, pelaku pasar menilai adanya penyerapan pasokan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi dinamika distribusi.
Program MBG yang berjalan secara nasional menyerap komoditas seperti beras, telur, ayam, sayur, dan bahan pangan lainnya untuk kebutuhan peserta didik dan kelompok penerima manfaat. Di sejumlah daerah, pengadaan dilakukan melalui pemasok dan pelaku usaha lokal.
Secara ekonomi, program ini memberi kepastian pasar bagi produsen. Namun pada saat bersamaan, bertambahnya permintaan institusional dalam waktu yang berdekatan dengan peningkatan konsumsi Ramadan berpotensi memperketat pasokan di tingkat pasar tradisional.
“Permintaan naik dari dua sisi, rumah tangga dan program pemerintah,” ujar salah seorang pedagang di Angso Duo.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar