H-1 Lebaran 2026, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Ayam Naik
- account_circle say say
- calendar_month 31 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani di damping Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi saat sidak ke Pasar Angso Dua Jelang lebaran
JAMBISNIS.COM – Menjelang satu hari Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil, Kamis (19/3/2026). Namun, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama cabai dan daging ayam.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga beras masih stabil, seperti beras Belido dan King yang dijual Rp15.500 per kilogram, serta beras operasi Bulog Rp12.000 per kilogram.
Harga gula pasir lokal juga tetap di angka Rp18.000 per kilogram. Tepung terigu merek Segitiga Biru dijual Rp11.500 per kilogram dan Cakra Kembar Rp12.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein, daging sapi murni berada di harga Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam broiler mengalami kenaikan 6,67 persen menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan ayam kampung berada di Rp70.000 per kilogram.
Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar naik 11,11 persen menjadi Rp45.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga naik dengan persentase yang sama menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah menembus Rp90.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan 11,11 persen.
Di sisi lain, harga bawang merah dan bawang putih masih stabil di angka Rp34.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti telur ayam ras Rp1.800 per butir, minyak goreng curah Rp21.000 per kilogram, serta mi instan Rp3.000 per bungkus juga tidak mengalami perubahan harga.
Secara umum, kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok di pasar tradisional masih terjaga meski permintaan meningkat tajam menjelang Lebaran.
Kenaikan harga pada cabai dan daging ayam dinilai sebagai fenomena musiman yang kerap terjadi akibat meningkatnya konsumsi rumah tangga menjelang hari besar keagamaan.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan distribusi dan stok pangan guna menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi lonjakan lebih lanjut pasca-Lebaran.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar