Gubernur Al Haris Bahas Capaian Jambi Mantap 2025, Ekonomi Tumbuh 4,93 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Jambi Al Haris berfoto bersama jajaran Tenaga Ahli Gubernur (TAG) usai rapat perdana pembahasan capaian pembangunan Jambi Mantap 2025 di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (6/4/2026).
JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris menggelar rapat perdana bersama jajaran Tenaga Ahli Gubernur (TAG) tahun 2026 di Kantor Bappeda Provinsi Jambi, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Rapat tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi forum evaluasi capaian program pembangunan bertajuk Jambi Mantap sepanjang tahun 2025. Dalam forum itu, Al Haris memaparkan sejumlah indikator makro ekonomi dan sosial yang menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Jambi pada 2025 tercatat sebesar 4,93 persen (c-to-c), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,50 persen. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (y-on-y) mencapai 5,24 persen, sementara secara kuartalan (q-to-q) tumbuh 1,30 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi juga mengalami peningkatan, yakni mencapai Rp 349,66 triliun (ADHB) dan Rp 185,58 triliun (ADHK). Dengan capaian tersebut, Jambi menempati peringkat keempat pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera.
Dari sisi sektor ekonomi, pertanian masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 34,49 persen dan tumbuh 5,49 persen. Namun, beberapa sektor lain mencatat pertumbuhan lebih tinggi, di antaranya transportasi dan pergudangan sebesar 8,88 persen, jasa keuangan 8,77 persen, informasi dan komunikasi 8,49 persen, serta perdagangan 7,76 persen.
Meski demikian, sektor konstruksi mengalami kontraksi sebesar -4,14 persen dan menjadi salah satu catatan penting dalam evaluasi pembangunan daerah.
Selain indikator ekonomi, kondisi sosial juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan pada September 2025 turun menjadi 6,89 persen, dengan jumlah penduduk miskin sekitar 261,25 ribu orang atau berkurang 9,69 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
Tingkat ketimpangan atau Gini Ratio Jambi juga tercatat sebesar 0,291, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 0,363. Sementara itu, inflasi pada Maret 2026 relatif terkendali, dengan inflasi bulanan sebesar 0,14 persen dan inflasi tahunan 3,55 persen.
Di sisi ketenagakerjaan, jumlah pengangguran terbuka (TPT) pada November 2025 tercatat sekitar 79,22 ribu orang, dengan tren yang menunjukkan penurunan. Angkatan kerja mencapai 1,94 juta orang, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang terus meningkat.
Ketua TAG Jambi Syahrasaddin menyampaikan bahwa paparan Gubernur menjadi dasar penting dalam menyusun rekomendasi kebijakan strategis.
Menurutnya, meski sejumlah indikator menunjukkan tren positif, masih terdapat sektor yang perlu mendapat perhatian serius, terutama konstruksi dan energi.
“Data ini menjadi pijakan penting untuk merumuskan kebijakan. Peran TAG adalah memberikan rekomendasi berbasis data agar pertumbuhan tidak hanya terlihat di angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar