Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28 Persen pada 2025, Transportasi Jadi Sektor Tercepat

Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28 Persen pada 2025, Transportasi Jadi Sektor Tercepat

  • account_circle say say
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Barat tumbuh 5,28 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,43 persen, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kenaikan pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi kabupaten tersebut mengalami penguatan. Namun, untuk memahami kualitas pertumbuhan, perkembangan setiap sektor dan dampaknya terhadap pendapatan masyarakat tetap perlu dicermati.

BPS mencatat produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku Tanjung Jabung Barat mencapai Rp61,82 triliun pada 2025. Adapun PDRB per kapita tercatat Rp182,03 juta.

PDRB per kapita merupakan nilai rata-rata ekonomi yang dihasilkan per penduduk, bukan besaran pendapatan yang diterima setiap orang. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca bersama data ketenagakerjaan, kemiskinan, dan distribusi pendapatan untuk memperoleh gambaran kesejahteraan yang lebih utuh.

Dari sisi produksi, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 11,08 persen. Perkembangan ini dapat menjadi petunjuk meningkatnya aktivitas jasa transportasi dan penyimpanan barang di wilayah tersebut.

Sementara itu, struktur ekonomi Tanjung Jabung Barat masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam tetap menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.

Keterhubungan antara sektor primer dan jasa menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan. Hasil perkebunan dan perikanan membutuhkan jaringan distribusi, fasilitas penyimpanan, serta akses pasar agar dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

Peluang berikutnya terletak pada pengembangan industri pengolahan komoditas lokal. Produk pertanian yang diolah di daerah berpotensi menciptakan kegiatan usaha tambahan, mulai dari pengemasan hingga distribusi.

Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, pemerintah daerah tetap perlu memastikan manfaatnya menjangkau pelaku usaha kecil dan pekerja. Peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, dan kualitas infrastruktur akan menentukan apakah pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US,57 Juta

    Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah ekspor Provinsi Jambi yang justru mengalami penurunan pada Juni 2026, karet menjadi salah satu komoditas yang mampu mencuri perhatian. Nilai ekspor karet dan barang dari karet Jambi melonjak 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah pasar utama, terutama Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik […]

  • Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan bahwa Danantara Indonesia akan ikut terlibat dalam proyek pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 2. Proyek strategis nasional yang menjadi tulang punggung hilirisasi aluminium itu membutuhkan investasi besar, yakni antara USD 700–800 juta atau setara Rp 11,6–13,3 triliun (kurs Rp 16.700 per dolar AS). Direktur […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • Perak Antam Susut Lagi! Harga Terbarunya Segini

    Perak Antam Susut Lagi! Harga Terbarunya Segini

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang emas bagi masyarakat Jambi yang ingin berbisnis perak atau menambah koleksi perak. Hari ini harga logam mulia tersebut kembali menyusut sehingga lebih murah dari sebelumnya. Mengutip laman Logam Mulia, Senin (29/6/2026), harga perak murni Antam menyusut sebesar Rp500 ke level Rp39.300 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Sabtu (27/6/2026) melejit sebesar […]

  • Gapki: Industri sawit miliki fondasi kuat di aspek keselamatan kerja

    Gapki: Industri sawit miliki fondasi kuat di aspek keselamatan kerja

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri kelapa sawit nasional dinilai memiliki sistem keamanan dan keselamatan kerja yang komprehensif melalui penerapan berbagai regulasi serta standar keberlanjutan baik di tingkat nasional maupun internasional. Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Edi Suhardi mengatakan penerapan sistem keamanan dan keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam menjaga perlindungan tenaga kerja […]

  • BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur

    BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah, […]

expand_less