Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28 Persen pada 2025, Transportasi Jadi Sektor Tercepat
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kota Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Barat tumbuh 5,28 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,43 persen, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kenaikan pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi kabupaten tersebut mengalami penguatan. Namun, untuk memahami kualitas pertumbuhan, perkembangan setiap sektor dan dampaknya terhadap pendapatan masyarakat tetap perlu dicermati.
BPS mencatat produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku Tanjung Jabung Barat mencapai Rp61,82 triliun pada 2025. Adapun PDRB per kapita tercatat Rp182,03 juta.
PDRB per kapita merupakan nilai rata-rata ekonomi yang dihasilkan per penduduk, bukan besaran pendapatan yang diterima setiap orang. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca bersama data ketenagakerjaan, kemiskinan, dan distribusi pendapatan untuk memperoleh gambaran kesejahteraan yang lebih utuh.
Dari sisi produksi, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 11,08 persen. Perkembangan ini dapat menjadi petunjuk meningkatnya aktivitas jasa transportasi dan penyimpanan barang di wilayah tersebut.
Sementara itu, struktur ekonomi Tanjung Jabung Barat masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam tetap menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.
Keterhubungan antara sektor primer dan jasa menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan. Hasil perkebunan dan perikanan membutuhkan jaringan distribusi, fasilitas penyimpanan, serta akses pasar agar dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Peluang berikutnya terletak pada pengembangan industri pengolahan komoditas lokal. Produk pertanian yang diolah di daerah berpotensi menciptakan kegiatan usaha tambahan, mulai dari pengemasan hingga distribusi.
Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, pemerintah daerah tetap perlu memastikan manfaatnya menjangkau pelaku usaha kecil dan pekerja. Peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, dan kualitas infrastruktur akan menentukan apakah pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
- Penulis: say say
