Duel Panas Kerinci vs Sungai Penuh, Tanjabbar vs Sarolangun! Siapa Rebut Mahkota Turnamen Catur Pengprov?
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ilustrasi/foto
JAMBISNIS.COM – Aroma persaingan sudah terasa bahkan sebelum bidak pertama digerakkan. Turnamen Catur Bulanan ke-II yang digelar Pengprov Percasi Jambi di Kabupaten Kerinci 15-16 Februari 2026, dipastikan menjadi edisi paling panas sepanjang rangkaian kompetisi tahun ini.
Lebih dari 120 pecatur dari delapan kabupaten/kota ambil bagian. Mereka datang bukan sekadar bertanding, tetapi membawa gengsi daerah, harga diri, dan misi pembuktian.
Ajang ini bukan turnamen biasa. Ini adalah panggung supremasi. Siapa yang paling konsisten, paling tenang, dan paling siap secara mental dialah yang akan berdiri di puncak.
Percasi Tanjung Jabung Barat kembali menjadi sorotan. Status sebagai juara umum Kejurprov 2025 membuat mereka otomatis menjadi target utama lawan-lawannya.
Nama Supiani, yang meraih peringkat ketiga pada turnamen bulanan pertama di Tebo, menjadi salah satu kartu kuat . Selain itu, ada Marzuki Tarigan yang dikenal memiliki jam terbang tinggi dan rutin mengikuti kompetisi di luar daerah. Tak ketinggalan Yosi Berhanas dan Heri yang siap menjadi motor kekuatan tim.
Sementara itu Percasi Sarolangun tak ingin lagi menjadi bayang-bayang dominasi Tanjung Jabung Barat. Sarolangun akan tampil agresif dengan target Juara. dalam daftar nama peserta yang akan tampil, ada nama Aprian Hidayat, Hasibuan, serta Ahmadi yang finis di peringkat keempat pada turnamen di Tebo menjadi kekuatan inti. Ditambah sosok Achmad Kodri sebagai mentor dan figur strategis, tentunya Sarolangun datang dengan perhitungan matang.
Menyikapi hal ini, Percasi Kerinci tentu tak mau sekadar menjadi penonton sejarah. Dukungan publik diyakini menjadi energi tambahan bagi para pecatur mereka. Nama EmZeq dan M. Reza disebut-sebut siap menjadi ujung tombak perlawanan. Bermain di kandang sendiri jelas menghadirkan motivasi berlipat.
Di sisi lain, Percasi Sungai Penuh datang dengan semangat rivalitas geografis. Setiap pertemuan Kerinci vs Sungai Penuh selalu sarat emosi dan gengsi. Duel dua wilayah bertetangga ini diprediksi menjadi salah satu partai paling panas dan menyita perhatian sepanjang turnamen.
Tak mau jadi pengembira, Percasi Batang Hari akan tampil habis habisan demi meraih gelar, meski hanya menurunkan 5 atlit,namun Percasi Batanghari memiliki atlit yang serat pengalaman dan segudang prestasi diantaranya Herry Sofyandy, Anna Mepti, dan Arjuna dan Ahmdan Said dengan gaya agresif dan berani mengambil risiko.
Sementara itu, Percasi Tebo hadir dengan nama-nama besar seperti Bahrullah Halik dan Zainal Abidin yang dikenal solid dan berpengalaman. Tanpa tekanan besar, dua tim ini berpotensi menjadi “pembunuh raksasa” yang bisa mengguncang peta persaingan.
Selain enam kekuatan utama, Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga siap mempertahankan reputasinya sebagai juara periode pertama turnamen bulanan ini. Herdi Amanda, juara sebelumnya, kembali turun mempertahankan posisinya. Ia didampingi Ali Sabri, yang juga menjabat Sekretaris Umum Pengprov Percasi Jambi.
Tak kalah menarik, Percasi Bungo juga kembali tampil. Pada edisi sebelumnya di Tebo, Bungo tampil memukau lewat Rulli yang merebut posisi kedua. Kini di Kerinci, Ketua Percasi Bungo Yendra bahkan dikabarkan turun langsung bertanding.
Untuk diketahui, turnamen ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang digagas Persatuan Catur Seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas serta jam terbang atlet daerah. Ketua Umum Mario Liberty Siregar sangat mengapresiasi antusiasme seluruh pengurus dan atlit kabupaten/kota yang ikut ambil bagian.
“Saya bangga melihat semangat para ketua Percasi kabupaten/kota dan para atlit yang ikut tampil dalam turnamen catur bulanan pengprov percasi jambi . Ini bukti bahwa catur Jambi hidup dan berkembang. Kita tidak hanya bicara kompetisi, tetapi membangun ekosistem prestasi,” ujarnya.
Mario menambahkan, turnamen bulanan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ajang pemetaan kekuatan menuju event tingkat provinsi dan nasional.
Satu langkah pion bisa mengubah klasemen.
Satu blunder bisa menghancurkan peluang.
Satu kombinasi brilian bisa melahirkan juara baru.
Apakah Tanjung Jabung Barat tetap kokoh di singgasana?
Akankah Sarolangun sukses melakukan kudeta?
Mampukah Kerinci menciptakan sejarah di rumah sendiri?
Atau justru lahir kejutan dari Batang Hari, Tebo, Tanjung Jabung Timur, atau Bungo?
” Yang pasti, Kerinci kini menjadi pusat pertarungan strategi paling panas di Jambi,” tutupnya.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar