Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Membeludak, Polda Bali Terapkan Sistem Delay
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Polda Bali mengambil langkah untuk mengatasi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk menjelang mudik Lebaran 2026, memastikan kelancaran arus lalu lintas. (Humas Polda Bali)
JAMBISNIS.COM – Kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, meningkat tajam menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Untuk mengurai antrean panjang tersebut, Polda Bali menerapkan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas, termasuk sistem penundaan kendaraan atau delay system.
Kepala Biro Operasi Polda Bali, Soelistijono, mengatakan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026 terus bekerja sepanjang hari guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali.
Menurutnya, berbagai langkah telah disiapkan untuk mengatasi lonjakan kendaraan yang menuju pelabuhan sebagai jalur utama keluar dari Pulau Bali menjelang Idulfitri.
“Polda Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui pengaturan lalu lintas hingga penerapan sistem penundaan kendaraan,” ujar Soelistijono.
Lonjakan pemudik menyebabkan antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk mengular hingga puluhan kilometer. Kepadatan terjadi akibat meningkatnya jumlah masyarakat yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.
Untuk mengatasi situasi tersebut, polisi menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan guna mengatur arus lalu lintas dan mencegah penumpukan kendaraan.
Selain rekayasa lalu lintas, kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang. Skema ini bertujuan mempercepat proses bongkar muat kendaraan agar kapal dapat segera kembali melayani penyeberangan berikutnya.
Langkah lain yang diterapkan adalah pembatasan kendaraan bersumbu tiga ke atas di beberapa wilayah seperti Denpasar, Badung, dan Tabanan.
Kendaraan besar tersebut diarahkan menuju buffer zone atau kantong parkir sementara agar tidak seluruh kendaraan tiba bersamaan di kawasan pelabuhan.
Petugas juga meningkatkan patroli di sepanjang jalur menuju pelabuhan untuk mencegah praktik penyerobotan antrean yang dapat memicu kemacetan tambahan.
Pada malam hari, petugas bahkan melakukan patroli menggunakan sepeda motor untuk membangunkan pengemudi yang tertidur di dalam kendaraan saat menunggu antrean.
Sementara itu, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, masih terpantau relatif sepi. Hingga kini belum terlihat antrean kendaraan signifikan di pelabuhan tersebut.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar