Ring Jantung: Prosedur Medis untuk Atasi Penyumbatan Arteri dan Cegah Serangan Jantung
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu

ILUSTRASI: Tim medis memasang stent jantung sebagai upaya mengatasi penyempitan pembuluh darah koroner.
JAMBISNIS.COM – Prosedur pemasangan ring jantung atau stent menjadi salah satu tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah, khususnya pada arteri koroner. Tindakan ini bertujuan untuk melancarkan kembali aliran darah ke jantung sekaligus menurunkan risiko serangan jantung.
Ring jantung merupakan alat berbentuk tabung kecil yang dipasang pada pembuluh darah yang menyempit akibat penumpukan plak. Dengan bantuan alat ini, pembuluh darah dapat tetap terbuka sehingga suplai oksigen ke otot jantung tetap terjaga.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. M. Fuad Arbi, SpJP(K), menjelaskan bahwa prosedur ini menjadi salah satu metode utama dalam penanganan penyakit jantung koroner.
“Pemasangan ring jantung bertujuan menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah tidak terhambat, terutama pada pasien dengan risiko serangan jantung,” ujarnya.
Dalam praktiknya, pemasangan ring jantung dilakukan melalui prosedur angioplasti. Dokter akan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau selangkangan, kemudian mengarahkannya ke lokasi penyumbatan.
Untuk membantu visualisasi, zat pewarna khusus disuntikkan agar kondisi pembuluh darah dapat terlihat melalui monitor X-ray. Setelah lokasi penyempitan ditemukan, stent akan dipasang untuk membuka arteri.
Adapun jenis ring jantung yang umum digunakan antara lain:
- Drug-eluting stent (dilapisi obat untuk mencegah penyempitan ulang)
- Bare metal stent
- Biodegradable stent
- Stent-graft
Jenis drug-eluting stent menjadi pilihan utama karena dinilai lebih efektif dalam mencegah penyempitan kembali.
Pemasangan ring jantung tidak hanya mengurangi gejala nyeri dada (angina), tetapi juga berperan penting dalam penanganan darurat saat serangan jantung terjadi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pemasangan stent memiliki tingkat efektivitas yang lebih baik dibandingkan terapi obat saja, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Meski tergolong aman, prosedur ini tetap memiliki sejumlah risiko. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
- Pembekuan darah pada stent (trombosis)
- Penyempitan ulang pembuluh darah (restenosis)
- Perdarahan
- Infeksi
- Gangguan irama jantung (aritmia)
- Stroke
Risiko tersebut umumnya lebih tinggi pada pasien dengan riwayat penyakit penyerta seperti diabetes, gagal jantung, atau gangguan ginjal. Setelah menjalani prosedur, pasien tetap dianjurkan menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup sehat. Hal ini meliputi berhenti merokok, menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu, pasien juga disarankan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, terutama obat pengencer darah guna mencegah pembekuan.
- Penulis: say say


