Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan serius di sektor energi global. Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi hingga potensi resesi global.

Ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz menjadi faktor utama. Jalur strategis ini diketahui mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan distribusi di wilayah tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga energi global.

Sejumlah negara mulai merasakan efek domino. Ribuan penerbangan di Eropa dilaporkan dibatalkan akibat tekanan biaya bahan bakar. Sementara itu, Filipina menetapkan status darurat energi, dan Pakistan mengambil langkah ekstrem dengan meliburkan sekolah guna menghemat konsumsi energi.

Harga minyak mentah acuan global melonjak hingga kisaran USD 106 per barel, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan sebelum konflik pecah. Kenaikan ini mendorong inflasi global karena biaya distribusi barang ikut terdorong naik.

Ekonom dari Oxford Economics, Ryan Sweet, menilai lonjakan harga energi berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Minyak memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Dampaknya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.

Namun, para ekonom masih terbelah dalam memproyeksikan dampak jangka panjang. Sebagian menilai ekonomi global masih cukup tangguh, sementara lainnya memperingatkan risiko resesi akan meningkat jika konflik berlangsung lama.

Organisation for Economic Co-operation and Development memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tetap berada di kisaran 2,9 persen pada 2026, dengan asumsi konflik mereda dalam waktu dekat.

Sementara itu, International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan global mencapai 3,1 persen, meski tetap mengakui adanya tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.

Namun pandangan berbeda disampaikan ekonom Paul Krugman. Ia menilai risiko resesi global jauh lebih besar jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam waktu lama.

“Jika gangguan ini berlangsung beberapa bulan, kemungkinan resesi global menjadi sangat nyata,” ujarnya.

Dalam skenario terburuk, Oxford Economics memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga USD 190 per barel. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi global hingga 7,7 persen mendekati level krisis energi sebelumnya.

Jika itu terjadi, dunia berisiko masuk ke fase kontraksi ekonomi global, ditandai dengan pertumbuhan negatif atau di bawah 2 persen.

Selain itu, dampak tidak akan merata. Negara berkembang dan negara yang bergantung pada impor energi diperkirakan akan mengalami tekanan paling besar.

Hingga kini, arah ekonomi global masih sangat bergantung pada durasi konflik dan stabilitas pasokan energi. Meski sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi, ketidakpastian tetap tinggi.

“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar biaya yang harus ditanggung ekonomi global,” kata Sweet.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kylian Mbappe Bantah Isu Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

    Kylian Mbappe Bantah Isu Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya buka suara terkait rumor ketegangan antara sejumlah pemain Los Blancos dengan sang pelatih, Xabi Alonso. Penyerang timnas Prancis itu menegaskan bahwa kabar miring tersebut tidak benar dan menyebut skuad Madrid tetap kompak dalam menjalani musim 2025/2026. Isu konflik internal muncul setelah performa Real Madrid sempat menurun dalam […]

  • Harga Emas Antam Ngedrop Tajam, Simak Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Ngedrop Tajam, Simak Rinciannya di Sini

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok Rp30.000 pada perdagangan Senin (30/3/2026). Kondisi ini berbeda dari kemarin yang cenderung stagnan. Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2.807.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp2.837.000 per gram. Demikian juga harga buyback emas Antam hari ini ikut merosot. Harga buyback emas Antam […]

  • Pembeli di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Menurun, Pasar Dadakan Jadi Pesaing

    Pembeli di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Menurun, Pasar Dadakan Jadi Pesaing

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas perdagangan di dua pasar utama Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar, dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mulai dirasakan langsung oleh para pedagang yang mengeluhkan berkurangnya transaksi harian. Sejumlah pedagang menyebut penurunan pembeli dipengaruhi oleh maraknya pasar dadakan yang dikelola secara perorangan di […]

  • Ketidakpastian Tarif, India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS

    Ketidakpastian Tarif, India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – India dikabarkan menunda rencana untuk mengirim delegasi perdagangan ke Washington minggu ini, menyusul ketidakpastian setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Hal ini sekaligus menyusul langkah Trump untuk mengenakan tarif sementara sebesar 15%, jumlah maksimum yang diizinkan oleh hukum AS pada impor dari semua negara mitra. “Keputusan […]

  • Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

    Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung hampir sebulan memunculkan fakta mengejutkan. Alih-alih fokus menyerang musuh utamanya, sebagian besar rudal dan drone Iran justru menghantam negara-negara Arab di kawasan Teluk. Laporan lembaga berbasis di Washington DC, Stimson Center, mengungkap sekitar 83 persen serangan Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari […]

  • Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

    Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja Pasar Modal Indonesia yang solid, berintegritas, dan berdaya tahan sepanjang tahun 2025, meskipun dihadapkan pada dinamika global berupa ketidakpastian kebijakan moneter, tensi geopolitik, tekanan dan sentimen perdagangan pada awal tahun. Ketahanan tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan kapitalisasi pasar, peningkatan aktivitas transaksi dan […]

expand_less