Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan serius di sektor energi global. Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi hingga potensi resesi global.

Ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz menjadi faktor utama. Jalur strategis ini diketahui mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan distribusi di wilayah tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga energi global.

Sejumlah negara mulai merasakan efek domino. Ribuan penerbangan di Eropa dilaporkan dibatalkan akibat tekanan biaya bahan bakar. Sementara itu, Filipina menetapkan status darurat energi, dan Pakistan mengambil langkah ekstrem dengan meliburkan sekolah guna menghemat konsumsi energi.

Harga minyak mentah acuan global melonjak hingga kisaran USD 106 per barel, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan sebelum konflik pecah. Kenaikan ini mendorong inflasi global karena biaya distribusi barang ikut terdorong naik.

Ekonom dari Oxford Economics, Ryan Sweet, menilai lonjakan harga energi berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Minyak memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Dampaknya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.

Namun, para ekonom masih terbelah dalam memproyeksikan dampak jangka panjang. Sebagian menilai ekonomi global masih cukup tangguh, sementara lainnya memperingatkan risiko resesi akan meningkat jika konflik berlangsung lama.

Organisation for Economic Co-operation and Development memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tetap berada di kisaran 2,9 persen pada 2026, dengan asumsi konflik mereda dalam waktu dekat.

Sementara itu, International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan global mencapai 3,1 persen, meski tetap mengakui adanya tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.

Namun pandangan berbeda disampaikan ekonom Paul Krugman. Ia menilai risiko resesi global jauh lebih besar jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam waktu lama.

“Jika gangguan ini berlangsung beberapa bulan, kemungkinan resesi global menjadi sangat nyata,” ujarnya.

Dalam skenario terburuk, Oxford Economics memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga USD 190 per barel. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi global hingga 7,7 persen mendekati level krisis energi sebelumnya.

Jika itu terjadi, dunia berisiko masuk ke fase kontraksi ekonomi global, ditandai dengan pertumbuhan negatif atau di bawah 2 persen.

Selain itu, dampak tidak akan merata. Negara berkembang dan negara yang bergantung pada impor energi diperkirakan akan mengalami tekanan paling besar.

Hingga kini, arah ekonomi global masih sangat bergantung pada durasi konflik dan stabilitas pasokan energi. Meski sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi, ketidakpastian tetap tinggi.

“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar biaya yang harus ditanggung ekonomi global,” kata Sweet.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Kembali Tertekan! Dolar AS Tembus Rp17.646

    Rupiah Kembali Tertekan! Dolar AS Tembus Rp17.646

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Mata uang Indonesia tidak melawan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.646 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.642 per dolar AS. Sementara itu […]

  • Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

    Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prosedur cuci darah atau Dialisis menjadi terapi utama bagi pasien Gagal Ginjal Kronis stadium akhir. Meski efektif menggantikan sebagian fungsi ginjal, tindakan ini tidak lepas dari berbagai efek samping yang perlu diwaspadai. Secara umum, pasien yang menjalani dialisis kerap mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini muncul akibat perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh […]

  • Toyota Nilai Biofuel Indonesia Berpotensi Jadi Energi Kompetitif dan Terjangkau

    Toyota Nilai Biofuel Indonesia Berpotensi Jadi Energi Kompetitif dan Terjangkau

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Toyota menilai biofuel Indonesia memiliki potensi besar menjadi sumber energi kompetitif dan berkelanjutan, asalkan didukung kolaborasi lintas negara dan kesiapan teknologi di pasar. Hal itu disampaikan oleh Pras Ganesh, Executive Vice President dan CISO Toyota Motor Asia, yang menegaskan bahwa peran Toyota adalah sebagai pencipta permintaan (demand creator), bukan pembuat kebijakan. “Kami memiliki […]

  • Bea Cukai Luncurkan Jaminan Nontunai Elektronik, Proses Kepabeanan Kini Instan

    Bea Cukai Luncurkan Jaminan Nontunai Elektronik, Proses Kepabeanan Kini Instan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mempercepat digitalisasi layanan dengan meluncurkan program jaminan nontunai elektronik. Sistem ini memangkas proses kepabeanan yang selama ini bergantung pada dokumen fisik. Peluncuran dilakukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok pada 29 April 2026. Program ini menjadi bagian dari transformasi layanan untuk meningkatkan […]

  • Perak Antam Kembali Menguat, Sentuh Level Segini

    Perak Antam Kembali Menguat, Sentuh Level Segini

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali melesat. Kenaikan harga perak Antam ini berlawanan dengan harga emas Antam tetapi sejalan dengan harga perak dunia. Berdasarkan data dari laman logam mulia pada Kamis (16/4/2026), harga perak Antam naik Rp 300. Kini, harga perak Antam dibanderol Rp50.600 dari perdagangan sebelumnya Rp50.300. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, […]

  • Wali Kota Jambi Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Kurang Mampu

    Wali Kota Jambi Salurkan Santunan untuk Anak Yatim dan Kurang Mampu

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Maulana bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi menyalurkan santunan kepada anak-anak kurang mampu dan yatim piatu di Rumah Singgah binaan Gerakan Muda Relawan Bina Demokrasi (REBIDSI) Jambi, Jumat (3/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi […]

expand_less