Selasa, 14 Jul 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5 Persen pada 2026

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5 Persen pada 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen. Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027.

Selain itu, tingkat inflasi diproyeksikan naik menjadi 3 persen pada 2026, sebelum turun ke level 2,6 persen pada 2027.

IMF menyebutkan, proyeksi tersebut dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi dan rantai pasokan.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel telah memicu lonjakan harga komoditas, khususnya energi, serta mengganggu distribusi global.

IMF juga memperingatkan risiko perlambatan ekonomi global jika konflik berkepanjangan dan harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel hingga 2027.

Dalam laporan yang sama, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,1 persen pada 2026 dan meningkat tipis menjadi 3,2 persen pada 2027.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya, mencerminkan tekanan akibat ketidakpastian global.

IMF menilai ekonomi global masih mampu bertahan dari berbagai guncangan, namun konflik geopolitik terbaru menjadi ujian serius bagi stabilitas ekonomi dunia.

Kenaikan harga energi dan pangan dinilai menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di berbagai negara. Selain itu, sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan turut menambah tekanan terhadap negara berkembang.

Negara-negara pengimpor komoditas disebut lebih rentan terhadap dampak tersebut, terutama akibat depresiasi mata uang yang memperburuk kenaikan harga energi dan pangan.

IMF juga menyoroti ketidakmerataan pertumbuhan di negara besar seperti Amerika Serikat dan China, yang berpotensi menambah risiko terhadap prospek ekonomi global. Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi dunia dinilai masih menghadapi tantangan, termasuk fragmentasi geoekonomi dan perubahan struktur perdagangan global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turun Dalam! Emas Antam Kini Dibanderol Rp2,759 Juta per Gram

    Turun Dalam! Emas Antam Kini Dibanderol Rp2,759 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam turun tajam pada perdagangan Kamis (4/6/2028). Kini, emas Antam menjadi Rp2.759.000 per gram. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp15.000 dari semula Rp2.774.000 menjadi Rp2.759.000 per gram. Tak hanya harga jual, nilai beli kembali atau buyback juga ikut mengalami penurunan. Pada […]

  • Lawan Dolar AS, Rupiah Melempem ke Rp16.716 Pagi Ini

    Lawan Dolar AS, Rupiah Melempem ke Rp16.716 Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melempem pagi ini. Rupiah dibuka melemah sebesar 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.716 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,09% ke 99,53. Pada pembukaan Rabu (12/11/2025) ini mata uang negara Asia lainnya dibuka bervariasi. Yen Jepang dibuka melemah […]

  • Bupati Batang Hari Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik

    Bupati Batang Hari Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 serta program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Kabupaten Batang Hari. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pencanangan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis data yang akurat dan berkualitas. “Pencanangan tersebut sebagai upaya memperkuat data dalam mendukung perencanaan, […]

  • Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ratusan warga Jepang secara kolektif mengajukan gugatan terhadap pemerintah pusat pada Kamis (18/12/2025), menuntut ganti rugi atas kelalaian inkonstitusional dalam menangani perubahan iklim. Gugatan ini menjadi kasus pertama di Jepang yang secara langsung menuntut ganti rugi dari negara atas kegagalan kebijakan iklim. Gugatan penting ini mengkritik keras perjuangan Jepang yang dianggap tidak memadai, […]

  • Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat suara terkait status ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal viral dan menuai kritik. Cucun sebelumnya menyebut MBG tidak memerlukan ahli gizi, melainkan cukup pengawas gizi yang bisa direkrut dari lulusan SMA dan diberi pelatihan selama tiga […]

  • Kereta Cepat Jakarta Bandung

    Soal Utang Kereta Cepat, Menkeu: Untungnya ke Dia, Susahnya ke Kita

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh terus mengemuka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan bahwa utang tersebut tak bakal ditanggung APBN. Diberitakan Tempo.co, menurut Purbaya Danantara, sebagai lembaga pengelola perusahaan-perusahaan BUMN, sudah mengambil lebih dari Rp 80 triliun dividen BUMN. Seharusnya, kata Menkeu, Danantara menyelesaikan permasalahan dari dividen tersebut. Menurut […]

expand_less