Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Beranda » Kuliner » BGN Setop 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Tak Punya IPAL dan Sertifikat Higiene

BGN Setop 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Tak Punya IPAL dan Sertifikat Higiene

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Indonesia Timur mulai 1 April 2026.

Langkah ini diambil karena ribuan SPPG tersebut belum memenuhi persyaratan dasar, yakni tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, mengatakan kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh layanan pemenuhan gizi memenuhi standar keamanan pangan dan pengelolaan lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh SPPG benar-benar memenuhi standar, baik dari sisi keamanan pangan maupun pengelolaan limbah. Ini penting untuk melindungi kesehatan para penerima manfaat,” ujar Rudi, Selasa (31/3/2026).

Menurut dia, kepemilikan SLHS dan IPAL merupakan syarat mutlak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN sebelumnya telah memberikan waktu kepada seluruh SPPG untuk melengkapi persyaratan tersebut. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, masih banyak unit yang belum memenuhinya.

Meski demikian, BGN membuka peluang bagi SPPG yang disuspensi untuk kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan dan lolos proses verifikasi ulang.

“Kami mendorong agar SPPG segera melengkapi persyaratan. Setelah itu bisa diajukan kembali untuk diverifikasi,” kata Rudi.

Selain persoalan sanitasi, BGN juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap mitra yang terbukti melakukan pelanggaran serius, seperti mark up harga bahan baku.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan pihaknya tidak akan segan menghentikan operasional mitra tanpa pemberian insentif jika terbukti melakukan pelanggaran.

“Tindakan mark up tidak hanya merugikan program, tetapi juga mencederai tujuan utama penyediaan layanan gizi bagi masyarakat,” ujarnya.

BGN mencatat anggaran per porsi dalam program MBG berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000, sehingga pengawasan ketat diperlukan agar dana digunakan secara tepat sasaran.

Penghentian sementara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kualitas layanan gizi tetap terjaga, khususnya bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

    Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit di kisaran 8% – 12% pada tahun 2026 menjadi level paling ideal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan di luar kisaran tersebut, justru bakal berisiko menekan ketahanan perbankan atau justru menahan laju pemulihan ekonomi. Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro mengatakan, target tersebut […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Beras hingga Daging Tetap Stabil

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Beras hingga Daging Tetap Stabil

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan pembaruan harga dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 28 Juli 2026, sejumlah jenis cabai mengalami penurunan harga, sementara mayoritas kebutuhan pokok lainnya masih bertahan stabil. Penurunan harga terjadi pada empat komoditas cabai. Cabe Merah Besar turun […]

  • Menteri ATR: Pendaftaran Tanah Beri Dampak Ekonomi Rp1.021 Triliun

    Menteri ATR: Pendaftaran Tanah Beri Dampak Ekonomi Rp1.021 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program pendaftaran tanah yang dijalankan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terbukti memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyebut nilai ekonomi dari kegiatan pendaftaran tanah selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025 mencapai Rp1.021,95 triliun. Menurut Nusron, pendaftaran tanah bukan sekadar proses administratif, melainkan fondasi […]

  • Gaspol Pagi Ini! Rupiah Perkasa Tekan Dolar ke Rp17.814

    Gaspol Pagi Ini! Rupiah Perkasa Tekan Dolar ke Rp17.814

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi tampil perkasa. Mata uang Garuda bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat sebesar 32 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp17.814 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada […]

  • Tak Kompak! Harga Emas Antam Turun, Galeri24 dan UBS Stabil

    Tak Kompak! Harga Emas Antam Turun, Galeri24 dan UBS Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau bervariasi pada perdagangan Senin (29/6/2026). Dari tiga produk emas utama, hanya emas Antam yang mengalami penurunan harga. Sementara Galeri24 dan UBS masih bertahan di level yang sama perdagangan sebelumnya. Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tetap berada di Rp2.627.000 per gram. Begitu pula emas UBS […]

  • FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Vs Bangladesh, Wajib Menang Besar!

    FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Vs Bangladesh, Wajib Menang Besar!

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menang saja belum cukup. Timnas Indonesia dituntut tampil lebih agresif saat menghadapi Bangladesh pada laga ketiga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026). Selain memburu tiga poin, skuad Garuda membutuhkan kemenangan dengan margin gol yang besar untuk bersaing di papan atas. Indonesia saat ini mengoleksi empat poin, sama dengan Malaysia. Namun, Harimau […]

expand_less