Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Mulai dari bakwan, risoles, tempe goreng, hingga tahu isi, hidangan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk membatalkan puasa. Meski sering disebut sebagai makanan kurang sehat, popularitas gorengan nyaris tak tergantikan setiap Ramadan.

Kecenderungan ini bukan tanpa alasan. Dari sisi fisiologis, tubuh yang berpuasa seharian mengalami penurunan kadar gula darah. Makanan yang digoreng umumnya mengandung kombinasi karbohidrat dan lemak, dua zat gizi yang mampu memberikan energi secara cepat. Sensasi hangat, gurih, dan renyah juga memberi efek menyenangkan setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam.

Selain faktor kebutuhan energi, aspek psikologis turut berperan. Gorengan memiliki kedekatan emosional dengan tradisi berbuka puasa di Indonesia. Aroma gorengan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjelang magrib sering kali memicu rasa lapar sekaligus nostalgia kebiasaan berbuka sejak kecil.

Dari sisi rasa, lemak pada gorengan mampu meningkatkan kelezatan makanan. Lemak juga memperlambat pengosongan lambung, sehingga pada awalnya membuat perut terasa lebih “terisi”. Inilah yang membuat gorengan terasa pas sebagai menu pembuka puasa, meskipun efek kenyangnya tidak selalu bertahan lama.

Namun, konsumsi gorengan tetap perlu diperhatikan. Proses penggorengan, terutama dengan minyak yang digunakan berulang kali, dapat menghasilkan senyawa yang berisiko bagi kesehatan. Kandungan lemak jenuh dan kalori yang tinggi juga berpotensi memicu gangguan pencernaan, meningkatkan kolesterol, serta menyebabkan rasa tidak nyaman jika dikonsumsi berlebihan saat berbuka.

Para ahli gizi menyarankan agar gorengan tidak dijadikan menu utama berbuka puasa. Gorengan sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil dan diimbangi dengan makanan lain yang lebih bernutrisi, seperti buah, air putih, serta sumber protein dan serat.

Berbuka puasa idealnya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan makanan ringan yang mudah dicerna, sebelum berlanjut ke hidangan utama. Dengan demikian, kebutuhan energi tubuh tetap terpenuhi tanpa membebani sistem pencernaan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • PHI Lampaui Target, Produksi Minyak Tembus 60,44 Ribu Barel per Hari

    PHI Lampaui Target, Produksi Minyak Tembus 60,44 Ribu Barel per Hari

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), mencatat produksi minyak sebesar 60,44 ribu barel per hari (mbopd) pada triwulan I 2026. Angka tersebut setara dengan 120 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, produksi gas juga mencapai 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 105 persen […]

  • Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 50 Kantong Jenazah, 34 Korban Teridentifikasi

    Update Longsor Cisarua Bandung Barat: 50 Kantong Jenazah, 34 Korban Teridentifikasi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima sebanyak 50 kantong jenazah korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga Selasa (27/1/2026) malam, sebanyak 34 jenazah berhasil diidentifikasi. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan jumlah korban yang teridentifikasi terus bertambah dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 30 jenazah. “Dari […]

  • Rupiah Menguat Tiga Poin Menjadi Rp16.725 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Tiga Poin Menjadi Rp16.725 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat (14/11/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.725 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.728 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,41%, disusul peso Filipina yang naik […]

  • Keluarga Serahkan Jenazah Try Sutrisno ke Negara, Upacara Militer Digelar di Masjid Sunda Kelapa

    Keluarga Serahkan Jenazah Try Sutrisno ke Negara, Upacara Militer Digelar di Masjid Sunda Kelapa

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga secara resmi menyerahkan jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, kepada negara pada Senin (2/3/2026). Prosesi penyerahan dilakukan melalui upacara militer di Aula Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, setelah pelaksanaan shalat jenazah. Berdasarkan pantauan di lokasi, peti jenazah dibopong oleh putra almarhum bersama anggota keluarga dan prajurit TNI menuju area upacara. […]

  • Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir) mendesak pemerintah meninjau ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang pengenaan denda administratif di bidang kehutanan. Aturan baru tersebut dinilai sangat memberatkan petani sawit dan dapat mengancam keberlanjutan industri sawit nasional. Ketua Umum Aspekpir Setiyono menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Ia menilai, mayoritas […]

  • PT Matahari Department Store Tbk Bagi Dividen Rp 250 per Saham

    PT Matahari Department Store Tbk Bagi Dividen Rp 250 per Saham

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 250 per saham kepada pemegang saham. Berdasarkan pengumuman resmi, tanggal terakhir perdagangan saham yang memuat hak dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 April 2026. Artinya, investor yang ingin memperoleh dividen harus memiliki saham LPPF hingga akhir […]

expand_less