Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

Kenapa Gorengan Selalu Jadi Menu Favorit Buka Puasa? Ini Penjelasan Psikologis dan Nutrisinya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Mulai dari bakwan, risoles, tempe goreng, hingga tahu isi, hidangan ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk membatalkan puasa. Meski sering disebut sebagai makanan kurang sehat, popularitas gorengan nyaris tak tergantikan setiap Ramadan.

Kecenderungan ini bukan tanpa alasan. Dari sisi fisiologis, tubuh yang berpuasa seharian mengalami penurunan kadar gula darah. Makanan yang digoreng umumnya mengandung kombinasi karbohidrat dan lemak, dua zat gizi yang mampu memberikan energi secara cepat. Sensasi hangat, gurih, dan renyah juga memberi efek menyenangkan setelah menahan lapar dan haus selama berjam-jam.

Selain faktor kebutuhan energi, aspek psikologis turut berperan. Gorengan memiliki kedekatan emosional dengan tradisi berbuka puasa di Indonesia. Aroma gorengan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjelang magrib sering kali memicu rasa lapar sekaligus nostalgia kebiasaan berbuka sejak kecil.

Dari sisi rasa, lemak pada gorengan mampu meningkatkan kelezatan makanan. Lemak juga memperlambat pengosongan lambung, sehingga pada awalnya membuat perut terasa lebih “terisi”. Inilah yang membuat gorengan terasa pas sebagai menu pembuka puasa, meskipun efek kenyangnya tidak selalu bertahan lama.

Namun, konsumsi gorengan tetap perlu diperhatikan. Proses penggorengan, terutama dengan minyak yang digunakan berulang kali, dapat menghasilkan senyawa yang berisiko bagi kesehatan. Kandungan lemak jenuh dan kalori yang tinggi juga berpotensi memicu gangguan pencernaan, meningkatkan kolesterol, serta menyebabkan rasa tidak nyaman jika dikonsumsi berlebihan saat berbuka.

Para ahli gizi menyarankan agar gorengan tidak dijadikan menu utama berbuka puasa. Gorengan sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil dan diimbangi dengan makanan lain yang lebih bernutrisi, seperti buah, air putih, serta sumber protein dan serat.

Berbuka puasa idealnya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan makanan ringan yang mudah dicerna, sebelum berlanjut ke hidangan utama. Dengan demikian, kebutuhan energi tubuh tetap terpenuhi tanpa membebani sistem pencernaan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Kuat Tekanan, Rupiah Melemah ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    Tidak Kuat Tekanan, Rupiah Melemah ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Dikutip dari Antara, rupiah turun 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.788 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.759 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, terutama meningkatnya premi risiko global akibat ketegangan […]

  • Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12,5 Persen

    Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12,5 Persen

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Senin, 4 Mei 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan. Sejumlah bahan pangan utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih bertahan di level sebelumnya. Harga beras premium berada di […]

  • 7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara melaporkan kasus positif Hantavirus yang diduga terkait dengan penyebaran di kapal pesiar MV Hondius. Data otoritas kesehatan internasional menunjukkan sedikitnya tujuh negara telah mengonfirmasi atau mengidentifikasi kasus suspek infeksi virus tersebut. World Health Organization menyebutkan, dari sejumlah pasien yang terdeteksi, tujuh kasus telah dikonfirmasi dan satu lainnya masih berstatus probable atau […]

  • Layanan Apa Saja yang Bisa Diurus di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat? Simak Daftar Lengkapnya

    Layanan Apa Saja yang Bisa Diurus di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat? Simak Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBI, JAMBISNIS – Banyak masyarakat yang mengira bahwa Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat hanya melayani pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Padahal, terdapat berbagai layanan lain yang dapat diakses peserta maupun calon peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mengetahui jenis layanan yang tersedia di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat sangat penting agar masyarakat dapat memanfaatkan program perlindungan sosial ketenagakerjaan secara maksimal. […]

  • Puluhan Gubernur Temui Menkeu Purbaya, Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah Rp226 Triliun

    Puluhan Gubernur Temui Menkeu Purbaya, Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah Rp226 Triliun

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan gubernur dan wakil gubernur dari berbagai provinsi di Indonesia mendatangi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Pertemuan itu berlangsung panas setelah para kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Appsi) menyampaikan protes keras atas kebijakan pemotongan transfer ke daerah (TKD) dalam APBN […]

  • Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Siaga 14–28 Maret Jelang Lebaran 2026

    Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Siaga 14–28 Maret Jelang Lebaran 2026

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tetap siaga di wilayah masing-masing selama periode menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 tentang penundaan perjalanan ke luar negeri […]

expand_less