Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3.

Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja sama dengan ADB dan diikuti oleh para regulator, pelaku pasar, investor, akademisi, serta organisasi internasional.

Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pasar Modal OJK, Retno Ici, mengatakan forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat integrasi pasar obligasi kawasan melalui standardisasi dan harmonisasi regulasi, praktik pasar, serta infrastruktur transaksi lintas batas.

“Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pasar modal yang tangguh, inklusif, dan berorientasi ke masa depan, termasuk melalui penerapan prinsip keuangan berkelanjutan,” ujar Retno.

Dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, OJK telah meluncurkan sejumlah kebijakan, di antaranya Peraturan OJK (POJK) Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan. Regulasi ini memperluas cakupan obligasi berkelanjutan tidak hanya pada aspek lingkungan (green), tetapi juga aspek sosial dan keberlanjutan lainnya.

Selain itu, OJK juga menerbitkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai acuan penyelarasan proyek nasional dengan standar keberlanjutan internasional.

Sementara dalam pengembangan Local Currency Bond Market, OJK menilai instrumen ini berperan penting dalam meningkatkan stabilitas keuangan, mengurangi risiko nilai tukar, serta memperkuat pembiayaan jangka panjang bagi proyek infrastruktur dan sosial.

Hingga akhir Desember 2025, OJK mencatat nilai outstanding obligasi dan sukuk korporasi berkelanjutan telah mencapai Rp54,94 triliun atau setara USD 3,28 miliar, mencakup kategori green, social, sustainability, dan sustainability-linked bonds.

Di sisi lain, Direktur Strategi Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Mada Dahana, menegaskan bahwa keuangan berkelanjutan merupakan elemen penting dalam strategi pembangunan nasional untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Pemerintah, menurut Mada, telah mengembangkan berbagai skema pembiayaan seperti sukuk, obligasi tematik termasuk obligasi SDG dan obligasi biru, serta pembiayaan campuran (blended finance). Namun, keterbatasan kapasitas pendanaan masih menjadi tantangan utama, sehingga kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan.

Berdasarkan Sustainable Development Report 2025, Indonesia mencatat skor 70,2, lebih tinggi dari rata-rata global 69,5, dengan capaian 61,4 persen dari 23 indikator SDGs. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor swasta untuk berinvestasi dalam agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum berlangsung selama tiga hari, 2–4 Februari 2026, secara hybrid dan diikuti sekitar 200 peserta dari negara-negara anggota ASEAN+3.

Dalam forum tersebut, OJK juga menggelar Indonesia Session yang membahas perkembangan pasar modal nasional dengan tema “Integrating Sustainable Finance in Indonesia’s Economic Development and Asia’s Growth” serta “Developing Local Currency Bond Market: Market Integration and Stakeholder Synergy”.

Selain ABMF, turut diselenggarakan Joint 34th Cross-Border Settlement Infrastructure Forum (CSIF) dan 3rd Digital Bond Market Forum (DBMF). DBMF berfokus pada pengembangan aset digital, sementara CSIF membahas penguatan infrastruktur penyelesaian transaksi lintas batas obligasi di kawasan ASEAN+3. (*)

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

  • DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2026 kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah hingga kini belum dilaksanakan. Meski demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berjalan tanpa hambatan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut hanya menyangkut agenda seremoni penyerahan DIPA dan tidak […]

  • Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Turun, Rawit Merah Kini Rp45.000 per Kg

    Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Turun, Rawit Merah Kini Rp45.000 per Kg

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, menunjukkan tren stabil pada Kamis (16/7/2026). Meski demikian, beberapa jenis cabai mengalami penurunan harga, sementara mayoritas kebutuhan pokok lainnya masih bertahan di level sebelumnya. Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit merah turun 10 persen menjadi Rp45.000 […]

  • APBN Terancam Jebol, Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG

    APBN Terancam Jebol, Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan tidak akan mengutak-atik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun risiko pelebaran defisit APBN 2026 kian nyata di tengah tekanan global. Sikap ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto sebagai investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan. “Program unggulan tidak ada yang diubah. […]

  • Peminat Tinggi, Larangan Thrifting Dinilai Sulit Dihapus

    Peminat Tinggi, Larangan Thrifting Dinilai Sulit Dihapus

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai larangan impor pakaian bekas (thrifting) yang ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih sulit dihapus karena tingginya minat masyarakat terhadap produk tersebut. Menurut Yusuf, kebijakan pelarangan thrifting belum tentu langsung berdampak positif terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional dalam jangka pendek. “Kebijakan ini menjadi […]

  • Mengenal Rio Christiawan, Pendiri PUM yang Dorong Reforestasi & Perdagangan Karbon

    Mengenal Rio Christiawan, Pendiri PUM yang Dorong Reforestasi & Perdagangan Karbon

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rio Christiawan, Co-Founder sekaligus CEO Pagatan Usaha Makmur (PUM), tengah menjadi sorotan berkat perannya dalam mengembangkan ekonomi hijau dan perdagangan karbon di Indonesia. Melalui pendekatan reforestasi dan nature-based solutions, Rio dinilai sukses membawa PUM menjadi perusahaan yang berfokus pada restorasi ekosistem dan pengurangan emisi karbon. Keyakinan Rio terhadap potensi pasar karbon semakin kuat […]

expand_less