Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Terancam Meleset, Pemerintah Diminta Percepat Akselerasi Ekonomi 2026

Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Terancam Meleset, Pemerintah Diminta Percepat Akselerasi Ekonomi 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berpotensi meleset dari proyeksi awal. Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa akselerasi ekonomi pada 2026 perlu segera dikebut melalui pembenahan struktural dan penguatan transmisi kebijakan fiskal serta moneter.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan sektor riil secara optimal. Meski likuiditas hingga Rp275 triliun telah disalurkan ke bank milik negara dan satu bank daerah, pertumbuhan kredit perbankan masih tertahan di kisaran 7 persen.

Di sisi lain, tekanan terhadap daya beli masyarakat mulai terlihat dari kenaikan inflasi pada Desember 2025. Indikator aktivitas industri juga menunjukkan perlambatan, tercermin dari Purchasing ManagersIndex (PMI) manufaktur yang melambat meski masih berada di zona ekspansi.

Tantangan makin kompleks seiring kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang meleset dari ekspektasi. Kondisi ini mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk mendorong belanja produktif, sehingga berpotensi berdampak pada target pertumbuhan ekonomi tahun berikutnya.

Meski demikian, Purbaya tetap optimistis ekonomi Indonesia akan membaik pada 2026. Ia menilai momentum pemulihan mulai terlihat pada kuartal IV/2025, dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,45 persen. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2025 diproyeksikan berada di kisaran 5,12 persen, lebih baik dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar 5,03 persen.

“Momentum pembalikan arah ekonomi sudah terjadi. Ke depan, pertumbuhan ekonomi seharusnya akan lebih baik,” ujar Purbaya.

Optimisme tersebut turut ditopang oleh membaiknya kepercayaan investor. Pada triwulan IV/2025, arus modal asing kembali masuk, tercermin dari penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke level 6,01 persen serta penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencetak rekor tertinggi menjelang akhir tahun.

Namun, ekonom menilai upaya akselerasi ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan stimulus. Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menekankan perlunya penguatan kualitas belanja negara agar benar-benar berdampak produktif, terutama di tengah besarnya anggaran program prioritas pemerintah.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Big Data Indef Eko Listiyanto menyoroti lemahnya transmisi kebijakan moneter akibat tingginya minat perbankan pada instrumen aman seperti SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kondisi tersebut dinilai menghambat penyaluran kredit ke sektor riil.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Pekerja Kebersihan dan ART di Asia Tenggara Tembus Rp 2.493 Triliun, Ayasan Dorong Transformasi Blue-Collar

    Pasar Pekerja Kebersihan dan ART di Asia Tenggara Tembus Rp 2.493 Triliun, Ayasan Dorong Transformasi Blue-Collar

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah gempuran teknologi dan otomasi, sektor tenaga kerja berbasis keterampilan praktis seperti kebersihan, perawatan, dan layanan rumah tangga justru tumbuh pesat. Lonjakan permintaan di kawasan Asia Tenggara bahkan mendorong nilai pasar mencapai Rp 2.493 triliun, menandakan potensi besar di balik profesi yang sering kali dipandang sebelah mata. Pekerjaan yang melibatkan empati dan […]

  • Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menghadirkan skema berbagi risiko yang konkret yang menjamin pendapatan program makan bergizi gratis (MBG) dapat diprediksi. Dengan begitu, proyek ini dapat masuk kategori bankable. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menyampaikan skema yang konkret dibutuhkan mengingat bank memerlukan kestabilan […]

  • Penetapan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tunggu Keputusan Presiden Prabowo

    Penetapan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tunggu Keputusan Presiden Prabowo

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penambahan gelar pahlawan nasional akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini termasuk pembahasan mengenai salah satu tokoh yang diusulkan, yakni Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. “Nanti, ya, nanti itu [penetapan gelar pahlawan] akan ditentukan oleh Presiden,” ujar Fadli Zon saat ditemui awak […]

  • Terbongkar! 25 Eksportir Sawit Diduga Pakai Modus Under Invoicing, Negara Rugi Rp 140 Miliar

    Terbongkar! 25 Eksportir Sawit Diduga Pakai Modus Under Invoicing, Negara Rugi Rp 140 Miliar

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkap praktik manipulasi ekspor yang berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Sebanyak 25 wajib pajak terdeteksi melakukan ekspor dengan modus under-invoicing menggunakan barang berjenis POME (Palm Oil Mill Effluent) atau limbah minyak sawit. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, menjelaskan bahwa temuan ini diperoleh dari hasil analisis […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Cabai Rawit Merah Justru Naik

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Cabai Rawit Merah Justru Naik

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Senin (19/1/2026). Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura khususnya cabai masih mengalami pergerakan harga, baik penurunan maupun kenaikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar dan cabai merah […]

  • RUU Perumahan Dikebut, Pemerintah Siapkan BSPS dan Rusun Bersubsidi untuk Daerah

    RUU Perumahan Dikebut, Pemerintah Siapkan BSPS dan Rusun Bersubsidi untuk Daerah

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perumahan seiring dengan penguatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta pengembangan rumah susun (rusun) bersubsidi untuk daerah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan seluruh kepala daerah akan memperoleh alokasi kuota BSPS. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Wakil Ketua MPR RI, Menteri Hukum, […]

expand_less