Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 Unit

Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 Unit

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Pindad dilaporkan telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat sebagai upaya mendorong program mobil nasional yang tengah didorong pemerintah RI.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung produksi kendaraan hingga mencapai kapasitas 500.000 unit per tahun, dengan tahap awal produksi direncanakan mulai bergulir pada 2028, sebanyak 100.000 unit.

“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” kata Direktur Utama Pindad, Sigit P. Santosa, dikutip Kompas.com, Rabu (10/12/2025).

Langkah Pindad ini berjalan berdampingan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025–2029.

Kesepakatan tersebut juga menjadi motor percepatan Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) serta pondasi awal penyelarasan kebijakan industri otomotif nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut kolaborasi ini sebagai fase baru dalam perjalanan menuju kemandirian industri otomotif. Ia menekankan bahwa membangun pabrik belum cukup tanpa dukungan kawasan industri dan rantai pasok yang kuat.

“Ini sejarah baru untuk melanjutkan milestone yang belum selesai. Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa,” kata dia.

“Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya,” lanjut Rachmat.

Ketua HKI Ahmad Ma’ruf Maulana turut menegaskan bahwa 170 kawasan industri siap mendukung pelaksanaan PSN dan hilirisasi.

Ia berharap MoU tersebut dikawal hingga tahap implementasi agar hambatan lapangan dapat diselesaikan lebih cepat, sambil mengiringi pembahasan regulasi dan promosi kawasan Indonesia secara global. Melalui MoU ini, ketiga pihak sepakat membangun kawasan industri berwawasan lingkungan, memperkuat rantai pasok otomotif dalam negeri, serta mengembangkan teknologi manufaktur berstandar tinggi.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • WIKA Rugi Rp3,21 Triliun pada Q3 2025, Anggaran Infrastruktur Turun Jadi Sorotan

    WIKA Rugi Rp3,21 Triliun pada Q3 2025, Anggaran Infrastruktur Turun Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (WIKA) mencatat kerugian Rp3,21 triliun pada kuartal III/2025, berbalik dari laba Rp741 miliar di periode yang sama tahun lalu. Penurunan anggaran infrastruktur nasional menjadi faktor utama merosotnya kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Pendapatan WIKA turun tajam 27,5% menjadi Rp9,09 triliun, sehingga laba kotor ikut terkoreksi 28,4%. Direktur Utama WIKA, Agung […]

  • Harga Perak Kembali Melonjak Signifikan

    Harga Perak Kembali Melonjak Signifikan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam melonjak signifikan pada perdagangan Rabu, (15/4/2026). Kenaikan harga ini mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia. Berdasarkan data terbaru dari laman logam mulia, harga perak Antam naik Rp2.150 menjadi Rp50.300. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp48.150. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak […]

  • Kemenperin Gandeng MR.DIY, Dorong Produk IKM Tembus Ritel Modern Nasional

    Kemenperin Gandeng MR.DIY, Dorong Produk IKM Tembus Ritel Modern Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat akses pasar bagi industri kecil menengah (IKM) dengan menggandeng ritel modern, langkah yang diharapkan langsung mendongkrak daya saing produk lokal di tengah ketatnya persaingan pasar, dikutip dari ANTARA News. Kemenperin menjalin kerja sama strategis dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) untuk membuka jalur distribusi yang lebih luas bagi […]

  • Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah Rp16.694 per Dolar AS

    Rupiah Akhirnya Ditutup Melemah Rp16.694 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (11/11/2025). Sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah, sejumlah mata uang lain di Asia ditutup beragam hari ini. Nilai tukar rupiah terkoreksi 0,24 persen ke level Rp16.694 dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS ditutup menguat 0,04% ke […]

  • Ternyata Ini Dampak Telat Ganti Oli di Mobil Listrik

    Ternyata Ini Dampak Telat Ganti Oli di Mobil Listrik

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Berbeda dengan mobil bensin atau diesel, mobil listrik tetap memiliki oli untuk motor listrik dan reduction gear. Jika oli ini telat diganti, risikonya cukup serius karena komponen EV bekerja pada putaran dan torsi yang sangat tinggi. Mobil listrik memakai reduction gear untuk menurunkan putaran motor listrik yang tinggi. Sehingga, dihasilkan rasio putaran lebih […]

  • Data Gaikindo: Penjualan Mobil 2025 Turun 7%, Tapi Akhir Tahun Justru Meledak

    Data Gaikindo: Penjualan Mobil 2025 Turun 7%, Tapi Akhir Tahun Justru Meledak

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar otomotif nasional sepanjang tahun 2025 menunjukkan dua wajah yang kontras. Di satu sisi, penjualan mobil Indonesia secara tahunan masih melemah. Namun di sisi lain, Desember 2025 justru mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang tahun, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Gaikindo mencatat, penjualan mobil wholesales sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 803.687 unit, […]

expand_less