Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BPS Catat 7,46 Juta Orang Masih Menganggur pada Agustus 2025, Angkatan Kerja Capai 154 Juta

BPS Catat 7,46 Juta Orang Masih Menganggur pada Agustus 2025, Angkatan Kerja Capai 154 Juta

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 7,46 juta orang Indonesia masih berstatus pengangguran per Agustus 2025. Jumlah ini menurun tipis sekitar 4.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja di Tanah Air. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025. Dari total 218,17 juta penduduk usia kerja, sebanyak 154 juta orang tercatat sebagai angkatan kerja, meningkat 1,89 juta orang dibandingkan Agustus 2024.

“Angkatan kerja yang tidak terserap menjadi pengangguran sebesar 7,46 juta orang, atau turun 4.000 dibandingkan Agustus 2024,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/11/2025).

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 146,54 juta orang, naik 1,90 juta orang dari tahun sebelumnya. Rinciannya, 98,65 juta orang bekerja penuh, 36,29 juta orang bekerja paruh waktu, dan 11,60 juta orang berstatus setengah pengangguran.

Meski angka pengangguran turun, BPS mencatat peningkatan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 2,80 juta orang dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk produktif terus meningkat, namun penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan bagi pemerintah.

Selain itu, BPS juga menyoroti peningkatan pekerja informal yang masih mendominasi pasar tenaga kerja nasional, meskipun proporsi pekerja formal mengalami kenaikan tipis. Pemerintah melalui berbagai program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan vokasi, dan program padat karya diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru serta menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di tahun-tahun mendatang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengentasan pengangguran dan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintahannya. Ia menyebutkan bahwa kerja sama lintas kementerian dan peningkatan investasi menjadi kunci agar penciptaan lapangan kerja dapat berkelanjutan.

Dengan tren positif di sisi angkatan kerja, BPS optimistis pasar tenaga kerja Indonesia menuju arah perbaikan, terutama bila didukung kebijakan ekonomi yang inklusif dan pro-produktivitas.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi, Bisa Picu Kejang Tanpa Disadari

    7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi, Bisa Picu Kejang Tanpa Disadari

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mengelola epilepsi ternyata tidak hanya soal rutin minum obat. Pola makan juga punya peran besar dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil dan mencegah kejang. Banyak yang belum tahu, beberapa jenis makanan justru bisa memicu kejang atau mengganggu kerja obat epilepsi di dalam tubuh. Karena itu, penting bagi penderita epilepsi maupun keluarga untuk […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini, 27 Oktober 2025: Mayoritas Berawan, Beberapa Daerah Hujan Ringan

    Cuaca Jambi Hari Ini, 27 Oktober 2025: Mayoritas Berawan, Beberapa Daerah Hujan Ringan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi pada Senin, 27 Oktober 2025 didominasi oleh kondisi berawan, dengan beberapa wilayah mengalami hujan ringan pada siang hingga malam hari. Suhu udara umumnya berada pada kisaran 16 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, […]

  • Transisi Energi Nasional Dipercepat, ESDM Ubah Sampah dan Limbah Jadi Energi Hijau Prorakya

    Transisi Energi Nasional Dipercepat, ESDM Ubah Sampah dan Limbah Jadi Energi Hijau Prorakya

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat agenda besar transisi energi nasional yang ramah lingkungan dan berpihak pada kepentingan rakyat. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebijakan ini dijalankan sebagai wujud nyata dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses energi bersih dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Seluruh program transisi energi yang […]

  • Malaysia Naikkan Mandat Biodiesel ke B15, Permintaan Sawit Bertambah 300.000 Ton per Tahun

    Malaysia Naikkan Mandat Biodiesel ke B15, Permintaan Sawit Bertambah 300.000 Ton per Tahun

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Permintaan biodiesel berbasis minyak sawit di Malaysia diproyeksikan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun seiring rencana pemerintah menaikkan mandat campuran biodiesel. Mengutip laporan Reuters, Kamis (16/4), pemerintah Malaysia berencana meningkatkan mandat biodiesel dari B10 menjadi B15, meskipun jadwal implementasinya belum ditetapkan. Sebagai tahap awal, pemerintah akan menerapkan campuran B12 dengan memanfaatkan fasilitas […]

  • Harga Perak Antam Sentuh Rp48.850 per Gram

    Harga Perak Antam Sentuh Rp48.850 per Gram

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Harga perak hari ini tercatat naik signifikan sebesar Rp500 menjadi Rp48.850 per gram. Hal itu diketahui dari daftar harga perak yang tertera dari laman logam mulia yang sebagai acuan Jambisnis.com. Pergerakan harga perak Antam ini mengikuti harga perak dunia. Kenaikan ini terjadi […]

  • Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

    Danantara Ambil Alih Ekspor Nikel, Industri Khawatir Kontrak Terganggu

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 2026. Kebijakan ini digadang untuk menekan praktik manipulasi nilai ekspor, namun memicu kekhawatiran pelaku industri. Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan ekspor komoditas strategis, menyasar praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini dinilai menggerus penerimaan negara. Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan aturan tata kelola ekspor sumber […]

expand_less