NTP Jambi Tembus 196,13, Harga Sawit dan Karet Menguat, Seberapa Sejahtera Petani?
- account_circle say say
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Petani karet di kabupaten Bungo, saat menjuwal hasil kebun.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi mencapai 196,13 pada September 2026. Angka tersebut meningkat 1,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski menunjukkan perbaikan daya tukar petani, kenaikan indeks ini belum tentu menggambarkan peningkatan kesejahteraan seluruh pekebun kelapa sawit dan karet.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat indeks harga yang diterima petani meningkat 2,03 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,73 persen. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga meningkat 1,44 persen menjadi 200,04.
Pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, NTP mengalami kenaikan 1,26 persen. Secara tahunan, perubahan NTP Jambi mencapai 13,39 persen.
Di tingkat komoditas, Bappebti pada 2 November 2026 mencatat harga karet Jambi sebesar Rp22.000 per kilogram. Namun, harga tersebut belum dilengkapi keterangan kadar karet kering sehingga belum dapat dibandingkan langsung dengan harga bahan olahan karet rakyat (bokar) berdasarkan kualitas.
Sementara itu, laporan InfoSAWIT mencatat harga tandan buah segar (TBS) sawit periode 23–29 Oktober 2026 mencapai Rp3.679,34 per kilogram untuk pekebun plasma dengan tanaman umur 10–20 tahun. Pada kelompok swadaya dengan komposisi Tenera 100 persen, harga tercatat Rp3.370,32 per kilogram.
Selisih sekitar Rp309 per kilogram tersebut menunjukkan pentingnya kualitas buah dan akses pemasaran dalam menentukan penerimaan pekebun. Namun, harga tersebut masih perlu dicocokkan dengan penetapan resmi Dinas Perkebunan karena terdapat perbedaan data pada portal dinas.
Di sisi biaya produksi, petani juga menghadapi pengeluaran untuk pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan transportasi. Sawit dan karet tidak termasuk komoditas perkebunan penerima pupuk bersubsidi dalam daftar prioritas Kementerian Pertanian 2026.
- Penulis: say say
