Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Biaya Usaha Naik, UMKM Perlu Hitung Ulang Harga Jual agar Tetap Untung

Biaya Usaha Naik, UMKM Perlu Hitung Ulang Harga Jual agar Tetap Untung

  • account_circle say say
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu lebih cermat menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual. Kenaikan bahan baku, ongkos distribusi, kemasan, serta energi dapat menggerus keuntungan meskipun omzet usaha terlihat stabil.

Tekanan biaya ini perlu diperhatikan di tengah perubahan harga barang dan jasa sepanjang 2026. Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Agustus 2026 mencatat inflasi tahunan Jambi mencapai 3,85 persen pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan 3,55 persen pada triwulan sebelumnya.

BI menyebut kenaikan harga bensin dan keterbatasan pasokan hortikultura setelah berakhirnya masa puncak panen menjadi faktor yang mendorong tekanan harga. Meski demikian, inflasi daerah tidak berarti seluruh biaya produksi UMKM naik dengan persentase yang sama.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan Provinsi Jambi melandai menjadi 2,97 persen pada September 2026. Angka ini merupakan gambaran perubahan harga konsumen secara umum, bukan ukuran langsung biaya yang ditanggung setiap pelaku usaha.

Kesalahan yang kerap berisiko bagi UMKM adalah menetapkan harga jual hanya berdasarkan biaya bahan utama. Padahal, biaya kemasan, transportasi, listrik, tenaga kerja, sewa tempat, penyusutan alat, hingga biaya platform penjualan juga perlu diperhitungkan.

Sebagai ilustrasi, produk yang dijual Rp20.000 memiliki biaya bahan baku Rp9.000, kemasan Rp2.000, distribusi Rp2.000, serta promosi dan platform Rp2.000. Sisa Rp5.000 belum otomatis menjadi laba bersih karena masih ada biaya lain yang harus dialokasikan.

Pelaku UMKM Sarolangun dapat mulai dengan mencatat biaya setiap produk, menghitung jumlah barang terjual, dan mengevaluasi perubahan harga pemasok secara berkala. Catatan ini membantu pengusaha mengetahui produk yang benar-benar menguntungkan.

Ketika biaya meningkat, menaikkan harga bukan satu-satunya jalan. Pengusaha dapat mengurangi pemborosan bahan, menyesuaikan ukuran kemasan, mengatur pembelian stok, atau bernegosiasi dengan pemasok.

Langkah tersebut penting agar UMKM tidak sekadar mengejar omzet, tetapi mampu menjaga margin keuntungan dan arus kas. Dengan perhitungan biaya yang disiplin, pelaku usaha dapat mengambil keputusan harga berdasarkan angka, bukan perkiraan semata.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengusaha Jambi Perlu Membaca Arah Pertumbuhan Kawasan Sebelum Ekspansi

    Pengusaha Jambi Perlu Membaca Arah Pertumbuhan Kawasan Sebelum Ekspansi

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan bisnis di sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah toko yang sudah berdiri. Arah investasi, pembangunan infrastruktur, perkembangan properti dan munculnya pusat aktivitas baru dapat mengubah peta ekonomi suatu kawasan dalam beberapa tahun. Kondisi tersebut membuat pengusaha yang hendak membuka cabang atau menempatkan modal perlu melihat ekosistem bisnis sekaligus arah pertumbuhan kawasan. […]

  • Transaksi QRIS Livin’ by Mandiri Tembus Rp 123,5 Triliun hingga September 2025, Naik 103 Persen

    Transaksi QRIS Livin’ by Mandiri Tembus Rp 123,5 Triliun hingga September 2025, Naik 103 Persen

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat transaksi QRIS melalui aplikasi Livin’ by Mandiri mencapai Rp 123,5 triliun hingga September 2025. Jumlah tersebut melonjak 103 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri, Harry Sofri Putranda menjelaskan peningkatan transaksi digital itu tak lepas dari kenaikan pengguna aktif […]

  • Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    Update BNPB: 753 Meninggal Dunia akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 753 jiwa meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data tersebut tercatat pada Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera 2025, yang diperbarui Rabu (3/12/2025) pagi. Menurut data Pusat Data, Informasi, dan […]

  • Kesempatan Yang Mau Beli! Harga Emas Galeri24 dan UBS Turun Lagi

    Kesempatan Yang Mau Beli! Harga Emas Galeri24 dan UBS Turun Lagi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bagi yang hendak membeli emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian, bisa memanfaatkan momen hari ini. Saat ini logam mulia produk Galeri24 dan UBS kembali mengalami penurunan harga. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Rabu (4/2/2026), harga jual emas Galeri24 turun sebesar Rp26.000 dari semula di angka Rp2.948.000 menjadi Rp2.922.000 per gram. Begitu […]

  • Dwita Ria Gunadi: Apresiasi Respons Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

    Dwita Ria Gunadi: Apresiasi Respons Cepat Kementan Jaga Stabilitas Harga Daging Sapi

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI Dwita Ria Gunadi menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilitas harga daging sapi di pasaran, menyusul sempat terjadinya gejolak akibat aksi mogok pedagang. Menurut Dwita, kehadiran pemerintah melalui kebijakan yang responsif berhasil meredam potensi gangguan distribusi sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan […]

  • Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 Unit

    Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 Unit

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pindad dilaporkan telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat sebagai upaya mendorong program mobil nasional yang tengah didorong pemerintah RI. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung produksi kendaraan hingga mencapai kapasitas 500.000 unit per tahun, dengan tahap awal produksi direncanakan mulai bergulir pada 2028, sebanyak 100.000 unit. “Pengembangan mobil nasional tidak bisa […]

expand_less