Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tak Berdaya! Dolar AS Dekati Rp18.000

Rupiah Tak Berdaya! Dolar AS Dekati Rp18.000

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (5/10/2026).

Mengutip Antara, rupiah melemah 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.903 per dolar AS. Posisi tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.882 per dolar AS.

Pelemahan tersebut kembali membuat rupiah berada dalam tekanan. Level psikologis Rp18.000 per dolar AS pun semakin dekat.

Dengan posisi Rp17.903 per dolar AS, rupiah kini hanya berjarak Rp97 dari level Rp18.000.

Mayoritas mata uang kawasan Asia melemah pada awal pekan, meski beberapa masih mampu bertahan di zona hijau.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, enam dari sembilan mata uang Asia yang dipantau terdepresiasi terhadap dolar AS. Sementara tiga lainnya mencatat penguatan.

Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah terapresiasi 0,05% ke posisi TWD 31,79/US$. Yen Jepang menyusul dengan kenaikan 0,03% ke JPY 157,79/US$. Sementara dong Vietnam menguat 0,02% ke VND 25.979/US$.

Selain rupiah, Baht Thailand juga terkoreksi 0,15% ke THB 33,58/US$. Sedangkan peso Filipina melemah 0,13% ke PHP 62,570/US$.

Won Korea Selatan turut terkoreksi 0,12% ke posisi KRW 1.344,08/US$. Dolar Singapura dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,09% dan 0,07% ke SGD 1,2803/US$ dan MYR 4,084/US$.

Tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia berlangsung seiring penguatan dolar AS. Pada pukul yang sama, indeks dolar AS naik 0,17% ke level 102,119.

Dolar AS mengawali pekan dengan tetap kokoh di sekitar level tertinggi dalam 17 bulan. Kekuatan dolar masih ditopang oleh tingginya imbal hasil Treasury AS serta aliran dana menuju aset safe haven di tengah volatilitas pasar obligasi global.

Yield US Treasury tenor 10 tahun berada di kisaran 5,262%, masih dekat level tertinggi dalam 24 tahun yang disentuh pada pekan lalu.

“Dolar menjadi pemenang utama dalam kondisi saat ini karena kenaikan yield Treasury meningkatkan daya tarik aset AS, sementara aksi jual obligasi secara global turut mendorong aliran dana menuju greenback sebagai aset safe haven,” ujar Matthew Ryan, Head of Market Strategy Ebury, dikutip dari Reuters.

Meski dolar masih kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Oktober justru semakin mereda setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan.

Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 78% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Oktober, meningkat dari 36% sepekan sebelumnya. Meski demikian, pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada Desember.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tinggal Rp3 dari Rp18.000, Dolar AS Makin Menekan!

    Rupiah Tinggal Rp3 dari Rp18.000, Dolar AS Makin Menekan!

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Mata uang Indonesia kembali terpuruk menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (29/9/2026). Rupiah kini benar-benar berada di ujung level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Jaraknya hanya Rp3. Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.997 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 19 poin atau 0,11 persen […]

  • Supratman Andi Agtas Puji Program Kampung Bahagia Maulana Saat Kunjungan ke Kota Jambi

    Supratman Andi Agtas Puji Program Kampung Bahagia Maulana Saat Kunjungan ke Kota Jambi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Supratman Andi Agtas memuji program “Kampung Bahagia” yang digagas Maulana saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Jambi, Selasa, 28 April 2026. Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan peresmian 1.585 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di wilayah Provinsi Jambi yang digelar di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi. Dalam keterangannya, Supratman menilai program Kampung Bahagia mampu menciptakan lingkungan […]

  • AHY: Bandara Jadi Senjata Penggerak Ekonomi Daerah dan Pariwisata Nasional

    AHY: Bandara Jadi Senjata Penggerak Ekonomi Daerah dan Pariwisata Nasional

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan bandara di berbagai daerah bukan hanya untuk mendukung mobilitas, tetapi juga menjadi senjata utama penggerak ekonomi lokal dan sektor pariwisata nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah terus mengawal dan mengevaluasi sejumlah bandara yang telah dibangun agar bisa beroperasi optimal […]

  • Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret

    Hasil Sidang Isbat, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menetapkan Idulfitri 2026/ 1447 Hijriah atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut diambil melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (19/3/2026) malam. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan, hasil pemantauan hilal menjadi dasar utama dalam penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. “Disepakati bahwa 1 Syawal […]

  • Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp16.903 per Dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp16.903 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Dibuka pagi ini rupiah melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.894 per dolar AS. Tekanan eksternal membuat mata uang Asia, termasuk rupiah, kesulitan bangkit di tengah sentimen risiko yang masih rapuh. Sementara itu, […]

  • BKPM: Belum Ada Investor Asing yang Berkomitmen Konkret di Proyek DME Batu Bara Indonesia

    BKPM: Belum Ada Investor Asing yang Berkomitmen Konkret di Proyek DME Batu Bara Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengungkapkan hingga saat ini belum ada perusahaan asing yang menunjukkan minat konkret untuk berinvestasi dalam proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Indonesia. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Nurul Ichwan mengatakan, pihaknya belum mencatat adanya investor asing yang secara resmi menyatakan komitmen untuk […]

expand_less