Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Terasi Kuala Tungkal dan Cerita Bisnis yang Tumbuh dari Bahan Baku Lokal

Terasi Kuala Tungkal dan Cerita Bisnis yang Tumbuh dari Bahan Baku Lokal

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Di tengah aktivitas perikanan Kuala Tungkal, sebagian hasil tangkapan nelayan tidak berhenti sebagai komoditas segar. Udang berukuran kecil atau udang rebon diolah menjadi terasi, produk pangan yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Tanjung Jabung Barat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tanjung Jabung Barat sebagai salah satu sentra industri terasi di Provinsi Jambi. Dalam pendataan industri rumah tangga pada 2022, BPS mewawancarai salah satu pembuat terasi, Jamilah, yang telah menjalankan usaha tersebut selama puluhan tahun.

Menurut Jamilah, bahan baku terasi berasal dari udang segar yang diperoleh dari nelayan. Produksinya dilakukan secara tradisional tanpa mesin dan tanpa bahan pengawet. Produk tersebut kemudian dijual secara kiloan sesuai permintaan pelanggan dan dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Kuala Tungkal.

Penelitian mengenai usaha terasi di Sentra Pengolahan Terasi Pelabuhan Perikanan Pantai Kuala Tungkal menemukan bahwa bahan baku utama yang digunakan adalah udang rebon berukuran kecil.

Baca juga : Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

Dalam penelitian tersebut, pengusaha memperoleh udang rebon dari kawasan Parit 4 dan Parit 5, yang merupakan wilayah perkampungan nelayan di Kuala Tungkal. Udang dibeli dalam kondisi basah karena harganya lebih rendah dibandingkan udang yang sudah dikeringkan. Penelitian yang dilakukan pada 2017 mencatat harga bahan baku saat itu sekitar Rp5.000 per kilogram.

Jumlah udang yang tersedia sangat dipengaruhi musim dan cuaca. Saat musim udang, pengusaha dalam penelitian tersebut dapat memperoleh hingga sekitar satu ton bahan baku. Ketika bukan musimnya, pasokan dapat turun menjadi sekitar 30-50 kilogram. Dalam kondisi tertentu, pengusaha bahkan harus mencari pasokan dari Kuala Enok.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan lokasi sekaligus menjadi tantangan bisnis. Produsen berada dekat dengan sumber bahan baku, tetapi tetap bergantung pada kondisi laut dan hasil tangkapan nelayan.

Berdasarkan penelitian lapangan di sentra pengolahan Kuala Tungkal, udang terlebih dahulu dibeli dan dicuci. Setelah itu, udang dicampur dengan garam dengan perbandingan sekitar 5:1, kemudian diperam selama dua hari dua malam di dalam karung.

Setelah proses pemeraman, bahan dijemur sampai kering. Udang kemudian digiling sebanyak dua kali hingga halus, dicetak, lalu kembali dijemur sampai menjadi produk terasi.

BPS mencatat Jamilah menghadapi kendala cuaca karena kondisi mendung membuat udang lebih lambat kering. Ketika pasokan udang terbatas atau proses pengeringan terganggu, kapasitas produksi ikut terdampak.

Mbah Rokayah, pemilik usaha Sumber Rejeki Laut, pernah diwawancarai mengenai perjalanan usahanya yang dimulai sejak 1982. Dalam wawancara tersebut, Rokayah mengatakan bahan bakunya diperoleh dari nelayan lokal.

Usahanya yang pada awalnya dikerjakan secara manual kemudian berkembang menggunakan mesin penggiling dan kemasan berlabel. Produk terasinya dipasarkan di Tanjung Jabung Barat, Kota Jambi, Batam dan Jakarta. Bahkan, ia menyebut produknya pernah dipasarkan hingga Malaysia.

Penelitian akademik mengenai usaha Sumber Rezeki Laut juga menemukan beberapa jalur pemasaran, yaitu produsen kepada pedagang pengumpul, pengumpul kepada konsumen lokal, produsen langsung kepada konsumen lokal, serta produsen langsung kepada konsumen luar daerah.

Artinya, rantai bisnis terasi tidak berhenti di dapur produksi. Ada nelayan sebagai pemasok, pengolah sebagai produsen, pedagang pengumpul, pengecer, hingga konsumen di luar daerah.

Besarnya keuntungan tentu berbeda antarprodusen dan tidak bisa menggunakan angka lama sebagai gambaran pasti kondisi 2026.

Namun, penelitian terhadap kelompok usaha Sumber Rezeki Laut yang dilakukan pada 2017 mencatat pendapatan kotor sekitar Rp60 juta per siklus bulanan dan pendapatan bersih sekitar Rp23,22 juta per bulan, dengan rasio penerimaan terhadap biaya atau RCR sebesar 1,6. Nilai investasi yang dihitung dalam penelitian tersebut sekitar Rp95,74 juta.

Sementara itu, laporan wawancara dengan Mbah Rokayah pada 2021 menyebut produksi dapat mencapai 100 kilogram terasi per hari, dengan lima jenis produk dan harga sekitar Rp7.000-Rp20.000 per bungkus pada saat itu. Laporan yang sama menyebut omzet bulanannya sekitar Rp1 juta-Rp2 juta, sehingga angka produksi dan omzet tersebut sebaiknya dibaca sebagai pernyataan pelaku pada periode tersebut, bukan sebagai standar keuntungan usaha terasi saat ini.

Perbedaan angka tersebut justru menunjukkan satu hal: skala usaha, kapasitas produksi, harga jual, biaya bahan baku dan jalur pemasaran sangat menentukan margin.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aviola Ramadhani Agata, Sosok di Balik Perjalanan Bisnis Pesona Agata

    Aviola Ramadhani Agata, Sosok di Balik Perjalanan Bisnis Pesona Agata

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM  –  Bagi masyarakat yang bepergian antara Muara Bungo, Bangko dan Kota Jambi, nama Pesona Agata Tour Travel bukan lagi nama yang asing. Di balik bisnis transportasi tersebut terdapat sosok Aviola Ramadhani Agata, yang tercatat sebagai pemilik Pesona Agata Tour Travel. Jejak bisnis Agata menunjukkan bagaimana sebuah usaha transportasi lokal berkembang dengan menggarap kebutuhan mobilitas […]

  • Naik Rp3000, Harga Perak Antam Jadi Rp47.550 per Gram

    Naik Rp3000, Harga Perak Antam Jadi Rp47.550 per Gram

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali menguat pada Rabu (1/4/2026). Kenaikannya signifikan dan harganya kini menjadi Rp47.550 per gram. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp3.000 sehingga ke level Rp47.550 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada hari Selasa (31/3/2026) naik Rp1.550 ke level Rp45.100 per gram. Harga perak […]

  • 10 Pecatur Terbaik Jambi Adu Strategi, Perebutan Tiket Kejurnas Banten Makin Sengit

    10 Pecatur Terbaik Jambi Adu Strategi, Perebutan Tiket Kejurnas Banten Makin Sengit

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi kembali menggelar pertarungan 10 pecatur terbaik Jambi. Kompetisi ini mempertemukan lima pecatur non-master dengan lima pecatur bergelar Master Nasional (MN) yang telah melalui proses seleksi dan penilaian. Ajang tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan dan kompetisi Percasi Jambi yang berlangsung sepanjang 2026. Khusus kategori non-master, lima […]

  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di Tengah Ketidakpastian, OCBC NISP Tekankan Kolaborasi Bisnis

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di Tengah Ketidakpastian, OCBC NISP Tekankan Kolaborasi Bisnis

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif dengan angka 5,11% pada kuartal II 2025, meski menghadapi dinamika global yang kompleks. Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menekankan bahwa kolaborasi antar pelaku bisnis menjadi kunci untuk menangkap peluang di tengah ketidakpastian ekonomi. Dalam OCBC Business Forum 2025 di Jakarta, Parwati menjelaskan bahwa sinergi antara perusahaan, […]

  • Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momen menarik datang dari pasar logam mulia. Harga perak murni produksi Antam pada Selasa (9/6/2026) mengalami koreksi tajam. Hal ini membuka peluang bagi warga Jambi untuk memanfaatkan situasi ini, untuk menambah koleksi peraknya. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia yang dihimpun Jambisnis.com, harga perak Antam hari ini turun Rp150 menjadi Rp45.650 per gram. […]

  • Dolar AS Tembus Rp17.879, Ini Daftar Kurs Dolar AS BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    Dolar AS Tembus Rp17.879, Ini Daftar Kurs Dolar AS BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah belum juga mampu keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Memasuki perdagangan Selasa (22/9/2026), mata uang Indonesia kembali melemah dan kian mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah kini berada di posisi Rp17.879 per dolar AS. Rupiah melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada […]

expand_less