Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, 5 Minuman Khas Jambi Ini Punya Khasiat
- account_circle -
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Berkunjung ke Jambi rasanya belum lengkap jika belum mencicipi kuliner khasnya. Tak hanya makanan, provinsi yang dikenal dengan kekayaan rempah ini juga memiliki beragam minuman tradisional yang menggoda lidah.
Menariknya, minuman khas Jambi tak sekadar menawarkan cita rasa yang berbeda. Sejumlah minuman berbahan rempah, buah, hingga kopi juga dikenal masyarakat memiliki khasiat tertentu.
Salah satu yang cukup populer adalah sirup kayu manis. Minuman ini memanfaatkan komoditas unggulan Jambi yang banyak dihasilkan dari Kabupaten Kerinci dan Merangin.
Dilansir dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, kayu manis merupakan salah satu rempah asli Indonesia. Bahkan, sebagian besar kebutuhan kayu manis dunia dipasok dari Indonesia.
Kerinci menjadi salah satu daerah penghasil kayu manis terbesar dan dikenal dengan produk Korintje Cinnamon. Selain Kerinci, Kabupaten Merangin juga menjadi daerah penghasil kayu manis di Provinsi Jambi.
Melimpahnya bahan baku membuat masyarakat berkreasi mengolah kayu manis menjadi berbagai produk. Salah satunya sirup yang memiliki aroma harum serta cita rasa manis dan khas.
Namun, bukan hanya sirup kayu manis yang layak dicoba. Ada sejumlah minuman tradisional lain yang tak kalah menarik.
1. Sirup Kayu Manis
Sirup kayu manis menjadi salah satu minuman yang cocok dinikmati dingin maupun hangat. Aroma rempahnya terasa kuat dengan sensasi manis yang khas.
Untuk membuatnya, kayu manis direbus bersama air dan gula hingga sari rempahnya keluar. Air rebusan kemudian disaring dan dapat disajikan sebagai minuman.
Kayu manis sendiri mengandung senyawa dan antioksidan yang membuatnya banyak digunakan dalam berbagai olahan tradisional. Namun, khasiat kesehatan tidak berarti dapat menggantikan pengobatan medis.
2. Jus Buah Pinang
Minuman khas lainnya adalah jus buah pinang. Sesuai namanya, bahan utamanya berupa buah pinang muda yang diolah bersama bahan pelengkap lainnya.
Minuman ini cukup dikenal di tengah masyarakat Jambi dan biasanya dikonsumsi sebagai minuman tradisional.
Cara membuatnya sederhana. Buah pinang yang telah disiapkan diolah atau diblender bersama air dan bahan tambahan sesuai selera. Setelah halus, jus dapat disaring sebelum disajikan.
3. Aye Kawo
Ada pula aye kawo, minuman tradisional yang memanfaatkan bahan dari tanaman kopi. Minuman ini menjadi bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Jambi.
Aye kawo memiliki cita rasa yang khas dan biasa dinikmati sebagai minuman hangat. Proses pembuatannya dilakukan dengan menyeduh bahan yang telah diolah menggunakan air panas.
Keberadaan minuman ini sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan hasil tanaman lokal menjadi sajian yang memiliki nilai budaya.
4. Kopi Tuak Tulo
Bagi pencinta kopi, Jambi juga memiliki minuman tradisional yang dikenal dengan nama kopi tuak tulo.
Minuman ini memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan kopi pada umumnya. Kopi menjadi bagian utama, sementara bahan pelengkapnya memberikan cita rasa khas yang menjadi identitas minuman tersebut.
Namun, karena menggunakan bahan yang dapat mengandung alkohol dalam proses atau penyajiannya, konsumsinya perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan aturan serta kondisi masing-masing.
5. Teh Talua
Minuman yang satu ini juga cukup dikenal di kawasan Sumatera, termasuk Jambi. Teh talua dibuat dari campuran teh dan telur yang dikocok hingga menghasilkan tekstur berbusa.
Cara membuatnya dengan mengocok kuning telur bersama gula hingga mengembang. Setelah itu, seduhan teh panas dituangkan secara perlahan. Beberapa penyajian menambahkan perasan jeruk untuk memberikan sensasi rasa yang lebih segar.
Teh talua dikenal sebagai minuman tradisional yang mengenyangkan karena menggunakan telur sebagai salah satu bahan utamanya.
Beragam minuman tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan Jambi bukan hanya tersimpan pada komoditas rempah dan hasil perkebunan. Dari kayu manis hingga kopi, bahan-bahan lokal diolah menjadi sajian yang memiliki cita rasa sekaligus cerita.
Bagi wisatawan yang datang ke Jambi, mencicipi minuman tradisional tersebut bisa menjadi pengalaman tersendiri. Bukan sekadar melepas dahaga, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner dan budaya masyarakat Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)
Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
