Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berkutik di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026), menandakan tekanan terhadap rupiah belum mereda.

Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per dolar AS.

Pelemahan tersebut terjadi ketika dolar AS justru kembali mendapatkan tenaga. Indeks dolar AS tercatat menguat 0,12 persen ke posisi 99,730.

Sementara itu, kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank besar pada Rabu (16/9/2026) menunjukkan variasi. Berikut rinciannya:

Kurs Dolar AS di BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.07 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.733 dan harga jual Rp17.753 melalui e-rate.

Untuk transaksi TT counter, BCA mematok harga beli sebesar Rp17.510 dan harga jual Rp17.790.

Sedangkan berdasarkan bank notes, harga beli dan jual dolar AS masing-masing berada di level Rp17.510 dan Rp17.790.

Kurs Dolar AS di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan kurs dolar AS untuk special rate dengan harga beli Rp17.635 dan harga jual Rp17.665 per dolar AS.

Pada transaksi TT Counter, harga beli dolar AS dipatok Rp17.470, sedangkan harga jual Rp17.770.

Sementara untuk bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp17.470 dan harga jual Rp17.770 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.674 per dolar AS.

Sedangkan harga jual dolar AS berada di level Rp17.699 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.05 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.721 dan harga jual Rp17.751 untuk special rates.

Pada transaksi TT Counter, BNI mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.475 dan harga jual Rp17.775.

Sementara berdasarkan bank notes, harga beli dolar AS ditetapkan Rp17.550, sedangkan harga jual mencapai Rp17.850 per dolar AS.

Perbedaan kurs di masing-masing bank tersebut menjadi hal penting bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi dolar AS. Kurs yang berlaku dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan masing-masing bank.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

    Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang musim libur akhir tahun yang menjadi momentum emas bagi industri perhotelan, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) tak tinggal diam di tengah tekanan bisnis sepanjang 2025. Perseroan menyiapkan strategi agresif mulai dari paket bundling hingga penerapan dynamic pricing untuk menggenjot okupansi hotel di periode high season Natal dan Tahun Baru. Sekretaris Perusahaan […]

  • Jusuf Kalla Ngamuk Lahannya di Makassar Diklaim Perusahaan, Tegaskan Sertifikat Tanah Sah

    Jusuf Kalla Ngamuk Lahannya di Makassar Diklaim Perusahaan, Tegaskan Sertifikat Tanah Sah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mantan Wakil Presiden RI dua periode sekaligus pendiri Kalla Group, Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan kemarahannya setelah lahan miliknya di kawasan Tanjung Bunga, Makassar diklaim oleh PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). JK menegaskan bahwa lahan seluas 16,4 hektare di depan Trans Mall Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, merupakan milik sah yang telah ia […]

  • Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah mengimpor 100.000 unit kendaraan niaga jenis pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menuai kritik. Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai kebijakan impor dalam jumlah besar tersebut perlu dikaji ulang. Ia mempertanyakan alasan pemerintah tidak memaksimalkan kapasitas industri otomotif dalam negeri. “Kenapa harus impor dalam jumlah besar? […]

  • Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga Logam yang sebelumnya tercatat sebagai pemegang saham minoritas di PT Steadfast Marine Tbk. (KPAL), kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kapal Listrik Indonesia. Pengambilalihan saham tersebut dilakukan oleh Suhanna Logam, Rayton Samuel Logam, dan Regan Stepanus Logam. Berdasarkan pengumuman pada Kamis (9/10/2025), ketiganya telah merampungkan aksi korporasi tersebut pada Agustus […]

  • Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petani kedelai di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, mengaku kecewa dengan hasil panen musim ini. Lahan subur seluas lebih dari 3 hektare (7,4 acre) hanya menghasilkan 9.000 kg kedelai, atau sekitar seperlima dari produksi yang seharusnya. Akibat hujan berlebihan yang merusak tanaman. Sementara itu, harga jagung yang ditanam di dekat kedelai justru […]

  • Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Narada Asset Manajemen sebagai tersangka dalam perkara dugaan manipulasi pasar modal atau praktik goreng saham. Kasus ini terkait dugaan insider trading dan perdagangan semu yang menciptakan distorsi harga saham. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penyidik menemukan indikasi […]

expand_less